Dark/Light Mode

Moeldoko: Ada Yang Mau Bikin Ricuh, 22 Mei Disusupi Sniper

Selasa, 21 Mei 2019 06:55 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko. (Foto: Istimewa).
Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang aksi 22 Mei, besok, aparat melakukan mengamanan ekstra ketat. Angkutan umum dirazia. Kelompok masyarakat yang mau datang ke Jakarta dihalau.

Namun, hal ini dilakukan bukan karena Pemerintah takut dan panik. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko menegaskan, pengamanan ekstra ketat dilakukan demi mencegah hadirnya kelompok tertentu yang memanfaatkan aksi tersebut.

Baca juga : Polda Sulsel Tangkap Penyebar Hoaks 22 Mei Terjadi Kerusuhan

“Ada kelompok yang ingin memanfaatkan (aksi 22 Mei), masak kita biarkan? Kan kasihan, kalau terjadi sesuatu, masyarakat menjadi korban. Itu saja sebenarnya. Tidak ada tujuan lain, ketakutan atau panik dari Pemerintah. Nggak. Sama sekali nggak,” kata Moeldoko, di Jakarta, Senin (20/5).

Moeldoko memastikan, razia yang dilakukan polisi tidak menyalahi aturan. Razia dilakukan dengan alasan keamanan. Soalnya, banyak ajakan-ajakan negatif menjelang aksi 22 Mei.

Baca juga : Kenaikan Biaya Kargo Pesawat Bikin Petani Cabe Menjerit

Misalnya, ada yang mengajak masyarakat membawa bambu runcing, layaknya perang melawan Belanda dulu. “Yang seperti-seperti itu kan nggak boleh,” tegasnya. Yang lebih parah, kata Moeldoko, berdasarkan informasi dari intelijen, ada upaya penyelundupan senjata yang akan dipakai sniper dalam aksi 22 Mei.

Bukti-bukti tersebut sudah nyata. Motif penyelundupan senjata itu, tambah Moeldoko, terindikasi untuk menciptakan isu adanya penembak jitu (sniper) yang mengawasi aksi tersebut.

Baca juga : Jokowi Menang di 21 Provinsi, Prabowo Gigit Jari

Kelompok tertentu terus mengembangkan narasi ini untuk menyulut kemarahan massa. Padahal, aparat keamanan tidak pernah menerjunkan sniper.

“Dari awal sudah mulai diciptakan ada penembak, sniper, di gedung-gedung ya kan. Itu semua penciptaan kondisi. Ujung-ujungnya kita tangkap senjata yang kebetulan dengan perlengkapan peredam. Berikutnya ada senjata yang tidak menggunakan pisir, sehingga itu harus menggunakan teleskop. Itu untuk apa itu? Itu untuk senjata yang sudah disiapkan sniper. Yang begini-begini, saya harus katakan terang-benderang, agar publik paham,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.