Dark/Light Mode

Bambang Pacul Nyemprot

Celeng Bukan Banteng

Senin, 11 Oktober 2021 08:05 WIB
Ketua Bappilu PDIP, Bambang Wuryanto. (Foto: Istimewa)
Ketua Bappilu PDIP, Bambang Wuryanto. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Apa tanggapan Sumbogo? Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo ini tidak gentar dengan ancaman Bambang Pacul. Bahkan dia balik menyerang Pacul yang merupakan atasannya di PDIP. Kata dia, selama memimpin PDIP Jateng, Pacul itu sangat urakan. Menularkan mental tempe terhadap anak buahnya.

“Di bawah tekanan kepemimpinan beliau (Bambang Wuryanto) lahirlah kader-kader dengan mental babu, bebek, dan beo,” sindir Sumbogo.

Baca juga : Pertamina Ajak Masyarakat Melek Energi Baru Terbarukan

Dia mengaku sudah kebal mendengar umpatan Pacul. Kata dia, PDIP itu merupakan parpol bukan kesatuan militer. Tidak tepat menganalogikan partai dengan kepemimpinan di militer.

“Masa kader partai harus dikomando seperti baris-berbaris. Satu kasus tepat dan berhasil, tapi dalam banyak kasus Pak Pacul telah mengubah jiwa para kader menjadi seperti pesuruh; kon ngalor, ngalor, kon ngidul, ngidul (diperintah ke utara ya ke utara, diperintah ke selatan ya ke selatan),” sambung dia.

Baca juga : Bamsoet Puji Pembentukan Komponen Cadangan

Sebelumnya, Ganjar lagi-lagi berkelit saat ditanya maraknya deklarasi capres yang dilakukan oleh sejumlah relawan. Kader PDIP itu mengaku, tidak tahu-menahu urusan deklarasi relawan. “Saya tidak ngurus deklarator-deklarator yang muncul dari mereka,” jawab Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode ini menegaskan, urusan pencapresan sepenuhnya merupakan hak prerogatif dari Megawati. Jadi, dia menyerahkan keputusan capres di Pilpres 2024 sepenuhnya kepada mantan Presiden kelima itu. “Pokoknya, di PDIP, urusan pilpres itu urusan Ketua Umum, Bu Mega,” tegas eks Wakil Ketua Komisi II DPR ini.

Baca juga : Percepatan Waktu Tempuh Kereta Wujud Peningkatan Pelayanan KAI

Sementara itu, Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie memaklumi kemarahan Bambang Pacul kepada kader Banteng pendukung Ganjar. Selain sebagai pendukung Puan Maharani, Pacul merupakan pejabat PDIP yang berbicara atas nama partai.

“Saya kira, Bambang Pacul itu ikut garis partai masih taat aturan Megawati yang pernah melontarkan statement memecat kader tak taat aturan. Jadi kalau mau deklarasikan Ganjar harus ikut mekanisme partai,” tukas Jerry.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.