Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buktikan Tak Anti Tradisi

PKS Bikin Lomba Rawi Simtudurror Dan Maulidan

Minggu, 17 Oktober 2021 22:38 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dalam sebuah acara wayangan. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dalam sebuah acara wayangan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR yang juga anggota  Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan menyelenggarakan lomba pembacaan Rawi Simtudurror untuk masyarakat Jakarta Selatan.

Salah satu tujuan pelaksanaan lomba pembacaan rawi ini adalah menghormati budaya positif yang ada di masyarakat. Juga meneruskan kegiatan seni yang sudah mentradisi  di masyarakat penganut Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia, khususnya Betawi.

"Ini komitmen PKS dalam menjaga dan melanjutkan budaya yang baik di masyarakat. Kami sebelumnya juga telah membuat lomba hadroh, marawis, dan juga lomba olahraga, seperti badminton dan lain sebagainya," ujarnya saat membuka lomba pembacaan rawi ini di Jakarta Selatan, Sabtu (16/10).

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid  mengatakan, PKS sebagai partai politik Islam meyakini bahwa tradisi-tradisi yang baik di masyarakat harus terus dilanjutkan. Apalagi Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 juga mengamanatkan untuk menjaga dan meningkatkan budaya nasional yang mengakar di Indonesia. Seperti pembacaan rawi dan hadrah.

Berita Terkait : Putera Rachmawati: Amanah Mama

"Kami yakin politik Islam justru dalam rangka menguatkan seni dan budaya positif yang berkembang dan diterima di tengah masyarakat. Karena politik yang baik tidak akan lepas dari akar budaya. Kami hadir untuk mendukung dan  melestarikan budaya baik yang menyebar di masyarakat Indonesia, misalnya dengan rawi, hadroh, dan marawis. Untuk itulah berbagai perlombaan kami lakukan, agar cinta budaya ini menyebar dan diminati oleh Masyarakat, yang ternyata antusiasme mereka sangat tinggi," ujarnya.

Selain itu, PKS juga akan menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang sudah secara rutin dilakukan setiap tahun. Peringatan Maulid itu juga merupakan tradisi yang baik.

"Dan itu menegaskan posisi PKS yang tidak anti maulid, melainkan justru mengajak Umat dan bangsa Indonesia, meneladani Rasulullah SAW yang sukses hadirkan masyarakat Madani dan Islam yang rahmatan lil alamin," tambah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini. 

Dalam lomba pembacaan rawi ini, HNW mengingatkan kepada peserta untuk tidak sekadar membaca dan melantunkan syairnya, tetapi juga menghayati dan memahami artinya yang sangat luar biasa berisi perjalanan hidup, keteladanan dan pujian terhadap Nabi Muhammad SAW.

Berita Terkait : Maruarar Ucapkan Terima Kasih Ke Jokowi Dan Megawati

"Kalau kita memahami apa yang kita baca, Insya Allah cinta dan pembelaan kita kepada Rasulullah akan semakin dalam, dan terus meneladani beliau dalam menghadirkan kemakmuran dan membela umat dari segala kedzaliman, Islam yang tidak radikal, melainkan Islam yang rahmatan lil alamin," tegasnya.

Lebih lanjut, HNW menjelaskan, tradisi yang diajarkan oleh ulama-ulama Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia memang sangat luar biasa. Selain rawi ini, ia juga mencontohkan Salawat Asyghil yang diciptakan oleh ulama Indonesia.

"Itu shalawat dari ulama kita. Bagi yang mengerti, salawat tersebut berisi doa yang sangat dahsyat artinya, tentang perlawanan kepada kedzaliman termasuk dalam bentuk penjajahan yang waktu itu diberlakukan terhadap umat," ujarnya.

Sebagai informasi, lomba pembacaan Rawi ini diikuti oleh 22 kelompok di Jakarta Selatan yang memperebutkan Piala HNW dan hadiah dengan total Rp 20 juta untuk pembinaan.

Berita Terkait : PKS Pinter Dagangnya

"Kita jaga dan lanjutkan tradisi dan budaya yang baik. Dan dalam perlombaan ini semua peserta sejatinya telah menang, karena telah menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneruskan warisan para ulama, dan melestarikan budaya unggulan," pungkasnya. [FAQ]