Dark/Light Mode

Jangan Sampai Ini Terjadi Di Indonesia

Ekonomi Membaik Tapi Yang Meninggal Banyak

Kamis, 27 Mei 2021 07:00 WIB
Chairman Indonesia Health Economic Association, Prof. dr Hasbullah Thabrany. (Foto: Istimewa)
Chairman Indonesia Health Economic Association, Prof. dr Hasbullah Thabrany. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah diingatkan jangan hanya fokus pada pemulihan ekonomi saja, tapi juga harus konsisten mencegah penyebaran Corona. Jangan sampai ekonomi membaik, tapi yang meninggal karena Corona makin banyak.

Warning tersebut diutarakan Chairman Indonesia Health Economic Association, Prof. dr Hasbullah Thabrany saat menjadi pembicara pada acara Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Rakyat Merdeka, tadi malam.

FDG yang mengambil judul: Sehat Rakyatnya, Pulih Ekonominya ini, dimoderatori oleh wartawan senior Rakyat Merdeka, Kiki Iswara. Hadir juga jajaran redaksi Rakyat Merdeka dan disiarkan langsung di seluruh jejaring media sosial Rakyat Merdeka.

Berita Terkait : Sri Mulyani Kok Optimis Banget Sih

Hasbullah mengungkapkan, Corona telah membuat ekonomi dunia berantakan. Kondisi ekonomi dunia saat ini sama seperti sesudah perang dunia II. Meski begitu, Indonesia relatif baik karena memiliki banyak sumber daya alam yang bisa diolah.

Menurut Hasbullah, target pertumbuhan ekonomi 7 persen yang dibidik pemerintah pada tahun ini bisa saja tercapai. Apalagi beberapa indikator sudah terlihat ada perbaikan. Meski di sektor manufaktur, jasa dan pariwisata babak belur, tapi di sektor lainnya, seperti pertanian, cukup bagus.

“Kalau tidak salah, ekspor kita di kuartal pertama surplus 2 miliar dolar AS. Itu sebuah pertanda cukup bagus sebagai kompensasi penurunan di sektor manufaktur dan pariwisata,” kata Hasbullah.

Berita Terkait : Airlangga: Ekonomi Nasional Berangsur Pulih, Ini Indikatornya

Namun, dia mengingatkan, jangan sampai perbaikan ekonomi berdampak pada meningkatnya angka kematian karena Corona. Karena itu perbaikan ekonomi juga harus dibarengi dengan penurunan jumlah Corona.

“Ekonomi bisa saja tumbuh tinggi, tapi kalau masyarakatnya tidak peduli, angka kematian juga bisa tinggi. Ini yang tidak diinginkan,” kata Hasbullah.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) itu menyarankan, pemerintah bisa belajar dari Taiwan, Australia, dan New Zealand. Mereka mampu menumbuhkan ekonomi tanpa kasus kematian akibat Corona yang tinggi.

Berita Terkait : Golkar: Pemulihan Ekonomi Sudah Mulai On The Track

“Masyarakat di sana jauh lebih disiplin, lebih taat kepada aturan pemerintah, sehingga kasus-kasus di sana jauh lebih cepat teratasi dibandingkan dengan kita,” katanya.

Hal ini berbeda dengan di Indonesia. Menurut dia, masih ada masyarakat yang tidak percaya Corona. Bahkan mengabaikan perintah pemerintah. Misalnya, soal mudik. Meskipun sudah dilarang pemerintah masih saja ada yang nekat mudik.
 Selanjutnya