Dark/Light Mode

Diajak Bangun Koalisi Kebangsaan

Banteng Ingatkan Modus Parpol Penunggang Gratis

Minggu, 9 April 2023 07:25 WIB
Politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. (Foto: DPR)
Politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. (Foto: DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - PDI Perjuangan menyambut baik ajakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas ihwal ter­bentuknya Koalisi Kebangsaan. Yakni koalisi besar gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) plus PDI Perjuangan.

“Semua masih sangat dina­mis. PDI Perjuangan sangat terbuka membahas hal-hal strategis dan sensitif,” ujar politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski begitu, Guru Besar Universitas Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah ini menganalisa, semakin besar sebuah koalisi tentu memiliki tantangan yang lebih besar lagi. Seperti diketahui, gabungan KIB, KIR, ditambah PDI Perjuangan itu terdiri dari enam partai politik di Senayan.

Selain PDI Perjuangan, ada Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Salah satu tantangan besarnya adalah menentukan jagoan di Pilpres 2024.

Baca juga : Ajak Perindo Gabung Koalisi, Kekuatan Prabowo Bisa Makin Besar

“Yang susah nanti adalah penentuan paslon yang paling tepat dan kalibrasi komitmen dalam perjuangan besar terse­but. Ada yang merasa over pede, ada yang tergoda jadi free rider atau penunggang gratis,” sebutnya.

PDI Perjuangan mengingat­kan, sebuah koalisi itu harus memiliki format bangunan kemenangan inklusif. Intinya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini sangat ter­buka membahas berbagai pro­gram yang sifatnya strategis dan sensitif.

Menurut Hendrawan, urusan koalisi hingga siapa jagoan partai di Pilpres 2024 itu di­tentukan Megawati. Ditambah suasana politik di Indonesia saat ini masih sangat dinamis. Apalagi, semua parpol terus mempertajam target aspirasi, preferensi dan kontribusi dalam imajinasi pekerjaan ber­sama.

“Intinya, dalam bangunan kemenangan yang digagas, semua ingin punya saham. Semua ingin berperan,” tu­tupnya.

Baca juga : Rumah Koalisi Besar Baru Tahap Pondasi

Pernyataan ini merupakan reaksi atas ajakan Ketum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas ter­hadap tiga partai besar seperti PDI Perjuangan, PKB dan Gerindra untuk bergabung di dalam Koalisi Kebangsaan.

Seluruh pimpinan di KIB, berupaya melakukan lobi poli­tik dengan partai lain untuk bergabung.

“Ketua Umum Golkar Pak Airlangga Hartarto dan Ketum PPP juga sedang beru­paya melakukan pembicaraan Koalisi Kebangsaan dengan Gerindra, PKB dan PDIP,” ujar Zulhas, di Surabaya, Jumat (7/4).

Nah, seandainya enam par­tai papan menengah atas ini bersatu dan duduk bersama, maka siap menyamakan satu frekuensi, termasuk menen­tukan nama-nama kandidat untuk Pilpres 2024.

Baca juga : Banteng Yakin Tidak Ditinggal Sendirian

“Kan nanti kami ketemu dulu, lalu diomongkan dan dirunding siapa calon presiden dan calon wakil presidennya,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah tersirat memberikan syarat posisi capres di dalam sebuah koalisi. Pernyataan itu tertuang merespons usai pertemuan ke­tum lima partai, plus Presiden Jokowi di acara silaturahmi politik di Kantor DPP PAN, Jakarta, belum lama ini.

“PDIP sendiri bisa, tapi kami yang selalu berteriak membangun bangsa dengan cara gotong royong. Itu artinya, PDIP nggak mau sendirian, akan bekerja sama. Nah, pada titik itu, PDIP kalau ngambil posisi capres, ya wajar-wajarsaja. Bukan mau-maunya PDIP, nggak seperti itu, sangat rasional,” kata Said di Jakarta, Selasa (4/4).

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Andriadi Achmad menganalisa, sikap PDI Perjuangan yang meminta posisi capres di sebuah koalisi menunjukkan bahwa partai pemenang dua Pemilu lalu itu enggan ber­gabung dengan gabungan dua koalisi KIB-KIR. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.