Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan, tren dukungan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam setahun belakangan. Di saat yang sama, dukungan untuk Prabowo Subianto melonjak.
LSI Denny JA memaparkan hasil survei setahun terakhir. Dari survei-survei ini terlihat, dukungan untuk Ganjar mengalami naik-turun. Pada Mei 2022, dukungan kepada Ganjar sebesar 27,9 persen. Kemudian melonjak menjadi 31,8 persen pada September 2022. Angka tersebut kembali naik pada Januari 2023 menjadi 37,8 persen. Namun, berselang empat bulan, suara untuk Ganjar turun menjadi 31,9 persen pada Mei 2023.
“Hampir semua lembaga survei menemukan temuan yang sama. Ada kecenderungan turunnya elektabilitas Ganjar Pranowo, terutama setelah, batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20,” kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, dalam rilis survei terkait Pilpres 2024, di Jakarta, Jumat (19/5).
Baca juga : Ganjar-Prabowo Salip-Menyalip
Adjie mengatakan, situasi berbeda terjadi pada Prabowo Subianto. Elektabilitas Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ini melejit dengan yaitu 33,9 persen, naik signifikan dibanding Mei 2022 yang sebesar 27,9 persen.
Sementara, elektabilitas untuk nantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cenderung stagnan. Elektabilitas Anies berkutat sekitar 20 persen.
Terkait gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Adjie menyebut mayoritas publik masih kecewa pada Ganjar. Mereka menganggap Ganjar sebagai salah sosok yang bertanggung jawab atas batalnya perhelatan tersebut.
Baca juga : Survei Indikator: Ganjar Ungguli Prabowo Di 3 Pasangan Capres-Cawapres
"Walau batalnya Indonesia sebagai tuan rumah U-20 bukan putusan oleh tokoh politik domestik atau PSSI, tapi ini dari FIFA. Namun, Ganjar paling disalahkan,” jelas Adjie.
Selain itu, Adjie juga menyebut, beberapa waktu belakangan muncul persepsi bahwa Ganjar bukan tipe pemimpin yang kuat. Menurutnya, status Ganjar yang dideklarasikan sebagai ‘petugas partai’ justru melemahkan persepsi personalnya.
"Bahkan ada yang mempersepsikan Pak Ganjar sebagai boneka, ini yang kemudian melemahkan persepsi personality dari Pak Ganjar oleh publik. Dia dianggap yang tidak kuat mengambil keputusan sendiri," ujarnya.
Baca juga : Elektabilitas Erick Thohir Sebagai Cawapres Duduki Posisi Teratas
Adjie menyebut, persepsi tersebut berbanding terbalik dengan penilaian masyarakat terhadap Prabowo. Gerindra dipandang sosok yang kuat sekaligus terbukti mampu mengemban jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.
Dalam sejumlah kategori pemilih, seperti kalangan pemilih muda hingga pemilih yang tinggal di pedesaan, Prabowo unggul atas Ganjar. Bahkan bila Pilpres 2024 diikuti 3 Capres, menurut survei ini, Prabowo adalah capres yang dipastikan melaju ke putaran kedua.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya