Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Sebelumnya
Menteri Pertahanan ini mengaku tidak mempersoalkan berapa banyak pasangan calon yang akan maju di Pilpres 2024. Sebab, pada akhirnya, rakyat yang akan memilih sendiri pilihannya. “Kita hormati keputusan rakyat. Sekali lagi, kita mau berkuasa dengan izin rakyat,” ucap dia saat menyampaikan pidato politik saat menerima dukungan dari Partai Gelora, di Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin.
Di akhir pidato politiknya itu, Prabowo sempat melontarkan pantun yang seakan-akan menyindir dinamika koalisi. “Satu dua cempaka biru, tiga empat dalam jambangan. Kalau ada dapat teman baru, teman lama dilupa jangan,” ucap Prabowo.
Baca juga : Gerindra Yakin Raih 2 Kursi Senayan Dapil Depok-Bekasi
Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra yang juga ikut hadir di acara dukungan Gelora ke Prabowo itu, mengungkapkan, belum ada rapat yang digelar oleh koalisi pendukung Prabowo, usai PKB keluar. “Sampai hari ini belum ada pembahasan apapun, baru pembicaraan-pembicaraan informasi yang berlalu,” ungkap Yusril.
Yusril mengatakan, partai-partai di KIM saling memperkuat satu dengan lainnya. Ia berharap Cawapres yang akan mendampingi Prabowo akan solid hingga memenangkan Pilpres 2024.
Baca juga : Pep Nggak Yakin Man City Raih Treble Lagi
“Kita berharap Cawapres Pak Prabowo diterima oleh seluruh lapisan masyarakat agar bisa memenangkan Pilpres yang akan datang,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah telah menduga arah pembentukan koalisi. Misalnya PKB, sejak awal menjadi mitra Gerindra, dan mendorong pasangan Prabowo-Muhaimin.
Baca juga : Duh, Singo Edan Dihantui Cedera Pemain
Lalu, kedatangan Golkar dan PAN yang kemudian terjadinya perubahan nama koalisi. Itu sudah cukup menandai kepergian PKB. Terlebih Imin juga merasa koalisi tanpa sein sama mengubah nama koalisi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya