Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Lupakan Kang Emil, Puan Endorse Mahfud

Selasa, 19 September 2023 08:43 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: Dok. PDIP)
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: Dok. PDIP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ridwan Kamil apa Mahfud MD yang potensial bakal jadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo? Arah anginnya kini lebih condong ke Mahfud. Alasannya, Menko Polhukam itu mendapat dukungan dari Puan Maharani, Ketua DPR yang juga putri kesayangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, ada banyak nama yang disebut-sebut jadi kandidat Cawapres Ganjar. Namun, minggu-minggu ini tinggal Ridwan Kamil alias Kang Emil dan Mahfud yang dijagokan akan jadi Cawapres Ganjar. Kemudian, Kang Emil yang merupakan mantan Gubernur Jawa Barat itu, tereliminasi karena tak mendapat restu dari Golkar, partai yang baru dipilihnya beberapa bulan ini. Golkar yang sekarang ada di Koalisi Indonesia Maju tetap mendorong Ketum Airlangga Hartarto sebagai Cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

"Golkar kan sudah dengan Pak Prabowo, dan Pak RK merupakan kader Golkar," ujar Puan, usai mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU), Jakarta, kemarin.

Puan juga menutup peluang Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya masuk nominasi Cawapres. “Karena Demokrat sudah memutuskan atau menentukan gabung dengan Mas Prabowo, tentu saja tidak mungkin (AHY menjadi Cawapres Ganjar),” terangnya.

Baca juga : Kang Emil, Mana Breaking News-Nya?

Dari nama yang tersisa, Mahfud punya peluang besar. Mahfud dianggap mampu menarik suara kalangan Nahdliyin, karena merupakan salah satu tokoh NU. "Mungkin Pak Mahfud salah satunya (kandidat Cawapres Ganjar)," ucap Puan.

Meski begitu, penentuan Cawapres Ganjar belum final. Menurut Puan, politik masih sangat dinamis. PDIP beserta seluruh ketua umum partai koalisi akan segera menggelar rapat koordinasi terkait dinamika politik saat ini.

Puan menyatakan, masih ada waktu bagi PDIP dan mitra koalisi untuk menentukan sosok yang tepat bagi Ganjar. "Masih lama pendaftarannya, masih sebulan. Semuanya berharap segera diputuskan, tapi tiap partai punya strategi masing-masing," ungkap Puan.

Sama seperti Puan, Ganjar juga tak mau buru-buru dalam penentuan Cawapres. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menyatakan, partai pengusungnya masih mencari sosok terbaik untuk menjadi Cawapres. "Lagi digodok," ucapnya, di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, kemarin.

Baca juga : Kang Emil Mau Ke Mana Ya…

Ganjar meminta semua pihak bersabar, menunggu hasil keputusan dari parpol koalisi. "Ya, sabar saja," imbuhnya.

Dengan endorse Puan ini, Mahfud dianggap punya peluang lebih besar dari kandidat lain untuk menjadi Cawapres Ganjar. Apalagi Mahfud juga punya banyak keunggulan. Seperti intelek, tokoh NU, dan punya banyak jaringan.

“Siapa yang tidak kenal Mahfud, berasal dari kalangan NU, dan pemilih muda sudah tahu,” ucap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin, kemarin.

Pengamat komunikasi dan politik Universitas Airlangga Suko Widodo menilai, Mahfud dapat mendongkrak elektoral Ganjar. Seperti, Mahfud akan jadi daya tarik bagi kaum milenial yang rasional. "Yang melek digital dan memiliki akses untuk mencari track record, isu yang berkaitan dengan sosok yang akan mereka pilih," kata Suko, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Rupiah Kurang Kinclong Pagi Ini

Mahfud juga memiliki magnet kuat bagi pemilih yang menginginkan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Meski usianya tak muda lagi, Mahfud bisa masuk ke segmentasi milenial tanpa khawatir dan polesan. Karena isu yang melekat di sosok Mahfud jadi isu penting anak muda rasional.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka, edisi Selasa (19/9), dengan judul “Lupakan Kang Emil, Puan Endorse Mahfud”.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.