Dark/Light Mode

Bamsoet: Dunia Usaha Berharap Pilpres Hanya 2 Pasang

Kamis, 12 Oktober 2023 18:54 WIB
Ketua MPR/Ketua Polhukam Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Ketua MPR/Ketua Polhukam Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) Kadin Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan, aspirasi dari kalangan dunia usaha berharap Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasang Capres-Cawapres. Sehingga bisa berjalan efektif dan efisien, dengan hanya satu putaran. Tidak membuat masyarakat terpecah belah, sekaligus memastikan momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional tidak hilang, karena kondusivitas bangsa terganggu akibat polarisasi Pilpres yang berjalan panjang dan berlarut-larut.

Bamsoet menerangkan, dunia usaha juga berharap jika Capresnya tidak berasal dari dunia usaha, Cawapresnya diharapkan berasal dari dunia usaha. Sebab, sosok dari dunia usaha sangat penting. Sepert selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, pemerintahan Presiden Jokowi, bisa berjalan efektif dan efisien. Hal itu tidak lain karena latar belakang Jokowi sebagai pengusaha.

"Karena itu, ada baiknya jika dalam Pilpres 2024 ini, pasangan Capres-Cawapresnya juga diikuti perwakilan dari kalangan dunia usaha. Sehingga pemulihan dan pertumbuhan perekonomian yang saat ini sudah berjalan dengan baik, bisa terus terpelihara, sekaligus memastikan Indonesia Emas 2045 bisa terwujud," ujar Bamsoet, saat memberikan sambutan penandatangan MoU antara Badan Polhukam Kadin Indonesia dengan Deputi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhannas Mayjen TNI Agus Arif Fadila, di Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (12/10).

Baca juga : Punya Solusi Konflik Di Papua, Andika Dinilai Bisa Bersinar Di Pilpres 2024

Wakil Ketua Partai Golkar ini menjelaskan, patut disyukuri bahwa pada beberapa aspek, kondisi perekonomian nasional menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2023 sebesar 5,03 persen, tidak saja melebihi ekspektasi dari banyak pihak, namun juga terjadi di tengah kelesuan ekonomi global. Bahkan beberapa negara maju mencatatkan pertumbuhan ekonomi di bawah 2 persen, misalnya Amerika Serikat dengan akselerasi pertumbuhan 1,6 persen, Jepang 1,3 persen, dan Singapura 0,4 persen.

"Tingkat inflasi juga terus melandai. Tercatat sebesar 3,08 persen pada Juli 2023, turun dari 5,28 persen pada awal tahun. Angin segar bagi dunia usaha juga ditandai realisasi investasi pada triwulan I-2023 yang mencapai Rp 328,9 triliun, dan telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 384 ribu tenaga kerja Indonesia. Sehingga berdampak pada penurunan angka pengangguran yang mencapai 7,99 juta orang pada Februari 2023," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, bagi dunia usaha, tidak ada yang lebih penting selain kepastian berusaha dan kepastian hukum. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, dua hal ini telah berjalan baik. Ke depannya harus tetap dijaga agar tidak terjadi kemunduran, melainkan justru harus ada peningkatan. Karenanya, tidak boleh ada kebijakan yang memperlambat pengembangan sektor industri, yang menjadi salah satu faktor pemicu lahirnya perilaku korup yang melibatkan dunia usaha.

Baca juga : Lantunan Salawat Bergema Di Acara Silaturahmi Ganjar Untuk Semua Di Serang

"Hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja telah merepresentasikan semangat dan upaya untuk melakukan deregulasi dan debirokratisasi demi mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Misalnya melalui reformasi regulasi di bidang perizinan dalam rangka peningkatan investasi. Sekaligus menutup celah terjadinya korupsi dan mengatasi hambatan dalam berinvestasi, memutus rantai birokrasi yang terlalu panjang," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, untuk memastikan masa depan perekonomian nasional berjalan dengan baik, Kadin dan Lemhannas akan terus bersinergi. Kadin dan Lemhanmas merupakan dua lembaga yang memegang peran kunci dalam menjaga masa depan Indonesia.

Lemhannas sebagai penyelenggara pendidikan, penyiapan kader dan pemantapan pimpinan tingkat nasional; serta pengkajian permasalahan strategik nasional, regional, dan internasional. Sedangkan Kadin, sebagai penjaga pertahanan ekonomi nasional. Penjaga 'perut' bangsa, agar setiap anak bangsa bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena masyarakat yang lapar, bisa menyebabkan kondusivitas bangsa bisa terganggu.

Baca juga : Cedera, Messi Tetap Jadi Andalan Tango

"Melalui kerja sama yang ditandatangi pada hari ini, Kadin bersama Lemhannas juga bisa bekerjasama membuat kertas kerja dalam hal pengkajian di berbagai isu strategis. Antara lain, ekonomi hijau, ekonomi biru, ekonomi digital, hingga ketahanan ekonomi kebangsaan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.