Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Yusril Disebut Jadi Jalan Tengah bagi Prabowo di Koalisi Indonesia Maju

Jumat, 13 Oktober 2023 16:10 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat menerima Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat menerima Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago melihat, Koalisi Indonesia Maju (KIM) tengah menghadapi tantangan serius dalam menentukan bakal Cawapres untuk mendampingi Prabowo Subianto. Kerumitan terjadi disebabkan oleh kuatnya tarik-menarik kepentingan antara sesama anggota koalisi.

“Di tengah situasi ini, nama Yusril Ihza Mahendra dianggap sebagai sosok yang layak dipertimbangkan sebagai jalan tengah untuk mengakomodir berbagai kepentingan dan memperkuat bagunan Koalisi Indonesia Maju,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (13/10).

Menurutnya, argumentasi ini didukung dengan beberapa alasan logis yang bisa dipertimbangkan para pengambil kebijakan di internal KIM. Pertama, Yusril dengan pengalaman panjang dalam pemerintahan dan keahlian di bidang hukum dan pakar tata negara, memiliki modal yang sangat berharga dalam menjawab tantangan pemerintahan ke depan.

“Lemahnya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi merupakan pekerjaan rumah yang masih tersisa dari pemerintahan saat ini, sebagaimana tercermin dalam data survei Voxpol Center Research and Consulting,” terangnya.

Baca juga : DHL Express Sabet Penghargaan Tempat Kerja Terbaik Di Indonesia

Data Voxpol Center pada Agustus 2023 menunjukkan, 62,6 persen dari publik menilai bahwa korupsi masih sangat marak. Dalam konteks ini, Yusril menjadi semakin relevan dan sangat dibutuhkan untuk mengatasi problem pekerjaan tersisa masalah penegakan hukum dan agenda pemberantasan korupsi.

“Yusril Ihza Mahendra akan sangat cukup membantu Prabowo dalam melanjutkan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Saya rasa Prabowo-Yusril akan menjadi pasangan yang saling melengkapi, paket komplementer. Prabowo akan lebih fokus kepada persoalan pertahanan dan keamanan serta persoalan hubungan luar negeri, sementara Yusril bisa fokus terkait upaya pemerintah dalam melanjutkan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, dengan segudang pengalaman dan jam terbang yang dimilikinya,” ucapnya.

Pangi melanjutkan, keahlian Yusril dalam bidang hukum dan tata negara menjadi nilai plus yang tak terbantahkan. Pengalaman panjang Yusril dalam pemerintahan, yang mencakup berbagai jabatan strategis, memberikan wawasan yang mendalam tentang kompleksitas sistem pemerintahan. “Kombinasi ini memberinya wawasan yang mendalam tentang isu-isu yang penting bagi masyarakat Indonesia dalam menjawab tantangan pemerintahan di masa depan,” ucapnya.

Kedua, Yusril adalah sosok senior dalam dunia politik dan pemerintahan yang telah mencapai prestasi gemilang dan menjaga reputasinya bersih selama bertahun-tahun. Saat isu, isu korupsi menjadi fokus utama perhatian masyarakat. Karena itu, memiliki pemimpin yang dapat diandalkan dalam hal integritas adalah suatu keharusan.

Baca juga : Sore Ini Kaesang Jumpa Prabowo di K4, PSI Jadi Gabung Koalisi Indonesia Maju?

“Yusril telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang dapat diandalkan dengan catatan prestasi yang membanggakan. Ini adalah faktor penting yang membuatnya menjadi pilihan menarik bagi berbagai segmen pemilih,” ucapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, Yusril adalah pilihan yang sangat menarik berkat integritasnya sebagai tokoh senior yang terbukti bersih dan bebas dari praktik korupsi, serta rekam jejak karier cemerlangnya. Yusril memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam pemerintahan.

“Hal ini juga sejalan dengan data Voxpol Center dalam survei yang sama, yaitu 54,2 persen pemilih menginginkan calon pemimpin yang jujur, bersih, dan bebas dari korupsi. Tentu ini menjadi poin tambahan yang membuat sosok Yusri layak untuk dipertimbangkan,” kata Pangi.

Ketiga, Yusril sebagai solusi yang berpotensi meraih dukungan luas dari berbagai segmen pemilih, khususnya pemilih Muslim moderat. Yusril dikenal dengan sikap moderatnya. Dalam situasi politik yang semakin kompleks, sikap moderat adalah elemen lem perekat yang sangat penting untuk meraih dukungan dari berbagai segmen pemilih.

Baca juga : Yoga Di Jalan, Didenda Polisi

“Pemilih Muslim moderat merupakan kekuatan besar di Indonesia. Yusril, dengan pandangan moderatnya, memiliki potensi untuk memenangkan hati dan simpati dukungan dari segmen pemilih ini. Sikapnya moderat ini menjadikan Yusril sebagai pemimpin yang bisa mengemban tugas-tugas penting dalam iklim politik yang kompleks dan beragam,” terangnya.

Keempat, aspek penting yang juga perlu dipertimbangkan adalah perlindungan hukum. Menurut Pangi, Yusril dapat menjadi “perisai hukum” yang efektif bagi para mantan presiden untuk mengakhiri pemerintahannya dengan “soft landing” dan khusnul khatimah.

Kelima, pemilih lebih cenderung tertarik pada kapasitas figur/ketokohan kandidasi, ketimbang partai politik pengusungnya. Yusril bisa saja nanti mundur dari Ketua Umum PBB agar bisa menjadi tokoh netral, tanpa sekat, lebih luwes dan leluasa bergerak menjadi bagian representasi yang berdiri di atas semua kelompok, golongan dan kepentingan partai manapun. 

Oleh karena itu, kata Pangi, figur Yusril adalah sosok yang punya kans menjadi Cawapres pendamping Prabowo. “Tantangan Indonesia ke depannya saya rasa cukup berat, dibutuhkan Cawapres yang mampu mengatasi persoalan dan masalah-masalah di atas,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.