Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Hasil Survei Indikator: Prabowo Tertinggi, PDIP Nomor Satu

Senin, 13 November 2023 08:53 WIB
Tabel elektabilitas Capres-Cawapres hasil survei Indikator Politik Indonesia. (Foto: Dok. IPI)
Tabel elektabilitas Capres-Cawapres hasil survei Indikator Politik Indonesia. (Foto: Dok. IPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas Capres-Cawapres dan parpol. Hasilnya, untuk Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjadi yang tertinggi. Sedangkan untuk parpol, PDIP ada di nomor satu.

Survei IPI ini digelar pada 27 Oktober-1 November 2023. Sample survei ini sebanyak 1.220 responden di 38 provinsi yang diwawancarai dengan tatap muka. Margin of error survei sebesar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk Capres-Cawapres, elektabilitas Prabowo-Gibran 39,7 persen, Ganjar Pranowo-Mahfud MD 30 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 24,4 persen. IPI juga melakukan survei elektabilitas Capres tanpa pasangan. Hasilnya, mendapat Prabowo 40,6 persen, Ganjar 27,8 persen, Anies 23,7 persen.

"Kalau kita lihat berdasarkan margin of error, Prabowo unggul signifikan dibanding Ganjar dan Anies. Jangan lupa margin of error plus minus 2,9 persen, sementara Mas Anies dan Ganjar perbedaannya dalam margin of error," kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, dalam paparan hasil survei secara virtual, Minggu (12/11/2023).

Artinya, berdasarkan survei ini, kemungkinan Pilpres 2 putaran masih terbuka. "Putaran kedua, kalau itu terjadi dengan asumsi Pak Prabowo tidak berhasil menaikkan suara hingga 50 persen, itu diperebutkan antara Mas Ganjar dan Mas Anies," ucap Burhan.

Baca juga : Elektabilitas Prabowo Teratas, Anies Menguat, Ganjar Menyusut

Untuk parpol, elektabilitas PDIP menjadi nomor satu dengan perolehan 24,1 persen. Di bawahnya ada Gerindra 14,4 persen, Golkar 9,3 persen, PKB 7,7 persen, Nasdem 7 persen, PKS 6,2 persen, Demokrat 5,2 persen, dan PAN 4,3 persen.

"Per hari ini, PDIP masih unggul di peringkat pertama, disusul Gerindra. Ada beberapa partai tengah yang skornya dalam margin of error antara Golkar, PKB, NasDem, PKS, Demokrat, PAN," kata Burhan.

Sementara, 10 parpol lain di bawah ambang batas alias parliamentary threshold (PT) 4 persen. yaitu PPP 3 persen, Perindo 1,5 persen, PSI 0,9 persen, Hanura 0,6 persen, Gelora 0,2 persen, Partai Buruh 0,2 persen. PKN, PBB, dan Partai Garuda 0,1 persen, dan Partai Ummat 0,0 persen.

"PPP, Perindo, dan PSI dan lain sebagainya saya tidak berani mengatakan tidak lolos PT. Kita harus hati-hati membawa survei, karena pertama margin of error plus minus 2,9 persen. Kedua, ada tidak tahu/tidak menjawab, undecided voters. Biasanya kalau simulasi surat suara itu lebih mengecil. Berhubung kami belum melakukan simulasi surat suara, kami belum tahu, apakah betul partai di bawah 4 persen persen otomatis tidak lolos PT atau tidak," ucap Burhan.

Menanggapi hasil survei ini, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, tidak khawatir. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Uno optimis, Ganjar-Mahfud putaran kedua. Sandi menyebut, TPN Ganjar-Mahfud sudah melakukan survei internal, yang hasilnya terjadi persaingan ketat antara dua kandidat teratas.

Baca juga : Prabowo-Gibran Diyakini Menang Pilpres 2024 Satu Putaran, Ini Alasannya

"Dapat kita prediksi bahwa, dengan situasi sekitar 20 persen yang belum menentukan pilihan, kami secara realistis untuk di Pilpres ini terlihat terbuka sekali untuk putaran kedua," ujar Sandi, di DPP PPP, Jakarta, Minggu (12/11/2023).

Ia juga meyakini, setiap peserta Pilpres memiliki survei internalnya masing-masing. Survei itu tidak akan disebarluaskan karena merupakan gambaran yang pasti.

"Ya, kalau survei internal itu saya yakin. Ini semua kontestan punya survei yang tidak akan pernah mereka publish dan itu adalah gambaran yang real," ucapnya.

Kubu Anies-Muhaimin juga tetap yakin bisa masuk putaran kedua. Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa mengakui, Anies-Muhaimin memang belum beranjak dari posisi ketiga. Namun, dari tren yang dikaji Koalisi Perubahan, justru terdapat kenaikan.

"Kenaikan ini penting. Karena kenaikan yang diraih Mas Anies dan Cak Imin itu semakin memperpendek jarak dengan calon presiden yang lainnya," ucap Saan.

Baca juga : Anies Pede Menangi Pemilu

Dengan kenaikan ini, Saan optimis Anies-Muhaimin masuk ke putaran kedua. "Kami bisa menyimpulkan bahwa peluang Mas Anies untuk masuk ke putaran kedua itu masih sangat besar," imbuhnya.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka, edisi Senin (13/11), dengan judul “Hasil Survei Indikator: Prabowo Tertinggi, PDIP Nomor Satu”.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.