Dark/Light Mode

Tepis Isu Hapus Bansos, Ganjar: KTP Sakti Justru Mempermudah Dapat Bansos

Selasa, 19 Desember 2023 22:58 WIB
Ganjar Pranowo (Foto: Ist)
Ganjar Pranowo (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dengan tegas membantah kabar yang menyebut bahwa program bantuan sosial (bansos) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dihapus jika dirinya dan Mahfud MD memenangkan Pilpres 2024.

Ganjar menyebut, isu tersebut sebagai gimik untuk menakut-nakuti rakyat.

Ganjar menegaskan, program bansos saat ini telah berjalan dengan baik dan akan tetap diteruskan Namun ia mengakui perlunya penyempurnaan agar bantuan tersebut lebih tepat sasaran.

Baca juga : Di Hadapan Petani, Ganjar Siap Menambah Kuota Pupuk Subsidi

"Itu (bansos) kewajiban negara kok, kewajiban negara justru yang sudah bagus tinggal jalan. Rakyat mendapatkan itu (bansos), kita mudahkan mereka dan tepat sasaran. Kan komplain mereka kemarin apa yang didapat si A, si B kok ndak dapat, nah itulah yang kita bereskan," ujar Ganjar, di Bantul, Yogyakarta, Selasa (19/12/2023).

Ganjar mengakui adanya keluhan masyarakat terkait ketidaksetaraan dalam distribusi bansos.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut akan diselesaikan untuk memastikan bahwa setiap penerima mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya. 

Baca juga : Debat Pertama, Ganjar Tegaskan Jaga Demokrasi Dan Sikat Korupsi

Ganjar juga memaparkan program inovatif yang diusungnya, yaitu program KTP Sakti.

Menurutnya, KTP Sakti akan menjadi instrumen penting dalam mempermudah masyarakat untuk memperoleh bantuan.

“KTP Sakti yang saya dorong itu untuk memudahkan bansos," ucapnya.

Baca juga : Jawab Aspirasi Ibu-Ibu, Relawan Des Ganjar Gelar Bazar Sembako Murah Di Banten

Ganjar memberikan contoh lain bahwa KTP Sakti juga dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan jaminan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Dengan satu KTP, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan bantuan sesuai dengan profil dan kebutuhan mereka.

"Sehingga ceritanya KTP Sakti itu adalah cerita data yang besar profil yang ada dan manajemen untuk distribusi," tandas Ganjar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.