Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Opini Pilpres Satu Putaran Demi Hemat Uang Negara Menyesatkan
Sabtu, 30 Desember 2023 11:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati mengimbau, penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu, meluruskan opini Pilpres satu putaran.
"Kalau narasi Pilpres satu putaran terus digaungkan, bisa saja membentuk opini publik di masyarakat," kata Neni dalam keterangannya, Sabtu (30/12/2023).
Baca juga : Pilpres 45 Hari Lagi, 1 Atau 2 Putaran Masih Fifty-fifty
Menurutnya, penganggaran Pilpres satu ataupun dua putaran sudah menjadi konsekuensi proses demokrasi yang sehat.
"Pasti sudah dianggarkan juga oleh KPU, yang sudah berkonsultasi sebelumnta dengan Pemerintah dan DPR," imbuhnya.
Baca juga : Pilpres Satu Putaran Masih Jauh Dari Harapan
Sehingga alasan Pilpres satu putaran demi menghemat uang negara justru terkesan dipaksakan dan menyesatkan.
"Alasannya menurut saya sangat klasik dan cenderung dipaksakan," tukasnya.
Baca juga : Yasonna Ditantang Mantan Wakapolri
Dia bilang, menghemat anggaran bisa dilakukan dengan cara lain. Bukan membajak, memaksa Pemilu satu putaran, serta mempertaruhkan kehidupan demokrasi.
"Kita kan berharap Pemilu ini bisa berjalan free and fair election. Kalau narasi satu putaran yang tidak berjalan alamiah itu terus diperkuat, maka 2024 ini menjadi kegagalan demokrasi," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya