Dark/Light Mode

TPN & Cak Imin Minta Tunda Bansos, Pengamat: Janganlah Korbankan Rakyat

Rabu, 3 Januari 2024 13:33 WIB
Pengamat politik Ujang Komarudin (Foto: Istimewa)
Pengamat politik Ujang Komarudin (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik Ujang Komarudin menyayangkan pernyataan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahud MD serta Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) disetop dulu sampai Pemilu 2024 selesai. Ujang mengatakan, bansos disalurkan rutin oleh pemerintah setiap tahun dan tidak ada hubungannya dengan Pemilu.

“Dalam konteks itu, sejatinya bansos terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, kalau kita dudukkan perkaranya, maka bansos itu sangat dibutuhkan masyarakat miskin bahkan yang kemarin terdampak oleh pandemi,” ujar Ujang, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (3/1/2024).

Baca juga : Charles Honoris Minta Pemerintah Respons Serius Soal Pelarangan Vape Varian Rasa

Seandainya penyaluran bansos ditiadakan seperti yang diutarakan TPN Ganjar-Mahfud maupun Cak Imin, kata Ujang, hal ini justru akan membuat masyarakat miskin makin sengsara. Ia mengatakan, tidak adil bagi masyarakat yang biasanya setiap tahun mendapatkan pasokan bantuan bahan pangan menjadi kehilangan bantuan hanya karena kekhawatiran ditunggangi kepentingan politik.

“Janganlah korbankan rakyat. Dalam konteks itu, ketika rakyat butuh bantuan sosial dari pemerintah, maka ya harus jalan, harus dieksekusi,” lanjutnya.

Baca juga : Jangan Lupa Vaksin Dan Pake Masker Ya

Ujang menilai, masyarakat terkini itu sudah cerdas dan pandai memilah. Sudah menjadi wewenang rakyat juga untuk memilih paslon tertentu.

“Dalam konteks jiwa bernegara, seharusnya, biarkan bansos jalan, bansos dieksekusi, bansos terealisasi. Biar rakyat menikmati bansos itu, biar rakyat bahagia dengan bansos itu,” tegas Ujang.

Baca juga : Pemilu Makin Dekat, Menag: Agama Jangan Jadi Bahan Guyonan

“Soal urusan Pemilu, biar rakyat yang menentukan. Itu yang fair,” tutup Ujang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.