Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ajak Ibu-Ibu Hidup Sehat, Rena Bertekad Bikin Bogor Bebas Stunting
Sabtu, 3 Agustus 2024 17:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bakal Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bogor, Rena Da Frina bertekad menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu kawasan bebas stunting di Provinsi Jawa Barat.
Hal tersebut dilontarkan Rena saat menghadiri sosialisasi stunting yang diselenggarakan oleh Komunitas Belajar Sehat bekerja sama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibnu Khaldun (UIK), di Kelurahan Cilendek, Timur, RT 6/RW 8, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (3/8/2024).
Adapun kegiatan edukasi stunting dan bagi-bagi telur dan susu ini ini diikuti oleh sekitar 70-an ibu-ibu.
"Kalau kita ingin sumber daya manusia masyarakat Kota Bogor maju, ya Bogor harus bebas stunting," kata Rena.
Rena mengatakan, memberantas stunting di Kota Bogor ini Harus ada kerjasama dan sinergi yang terbangun antara setiap sakeholders dan elemen masyarakat di Kota Hujan ini.
Baca juga : Ajak Gaya Hidup Sehat, 1.300 Peserta Antusias Ikuti PSMTI Fun Walk di PIK 2
Makanya, dia memberi apresiasi kepada Komunitas Belajar Sehat bersama Tim KKN UIK yang telah menyelenggarakan edukasi stunting ini. "Terima kasih Teteh atas kerja-kerja sosialmu," ucap Rena.
Bagi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang non aktif ini, kerja-kerja stunting memang seyogyanya harus melibatkan komunitas dan ini mesti dimulai dari lingkup Pemerintahan terkecil.
"Karena memang atasi stunting ini hanya akan efektif jika dilakukan secara aktif mulai dari RT," ujarnya.
Lebih lanjut, Rena menambahkan, untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas di Kota Bogor ini adalah dengan menekan potensi munculnya kasus stunting baru.
Makanya, perlu digencarkan edukasi kepada ibu-ibu agar benar-benar menjaga gizi anak, mencegah pernikahan dini pada anak sebagai upaya membangun keluarga berkualitas dan sejahtera di masa depan.
Baca juga : Genjot Hilirisasi Rumput Laut, Kemenperin Gelar Business Matching
Semua ini, sambung Rena, akan bisaa terwujud jika terbangun kesadaran dari para ibu-ibu terkait pentingnya memerangi stunting ini.
"Sebab jadi ibu itu harus kreatif. Buat sayuran dan telurnya dibentuk sebagaimana mungkin agar anaknya mau makan. Tapi kalau ibunya malas, beli seblak, kemudian dikasi nasi buat anaknya makan, ya jangan salah kalau anaknya stunting," tambahnya.
Dalam sosialisasi ini, Rena juga membeberkan strategi penanganan stunting ketika dirinya menjabat lurah di Sempur, Babakan Pasar, dan Camat di Bogor TImur. Salah satunya, mengajak warganya agar tidak menikah dini.
"Cara yang paling awal untuk memutus stunting adalah, tahu nggak? Mengatur usia perkawinan. Tapi rata-rata kan kita kalau punya anak gadis, kemudian sudah selesai sekolah, ya sudah daripada capek-capek, kita kawinin saja. Usia 18 tahun lulus SMA, sudah menikah. Padahal satu penyebab stunting ini karena pernikahan dini," tambahnya.
Di tempat yang sama, Cofounder Belajar Sehat Yuniar Sofia mengatakan, sengaja mengundang Rena dalam kegiatan edukasi stunting ini karena ingin bertukar pengalaman terkait upaya-upaya memerangi stunting di masyarakat.
Baca juga : Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pupuk Kaltim Pertahankan Properda Emas Ke-9
"Sebagai orang yang pernah menjabat sebagai lurah dan camat, kami yakin ibu Rena memahami kondisi dan mampu memberikan solusi kepada masyarakat Cilendek Timur, khususnya di bidang kesehatan," kata Yuniar.
Yuniar menegaskan, kesehatan adalah sendi kehidupan yang teramat penting untuk diperhatikan. Ini pula yang menjadi tekadnya bersama para komunitas lainnya untuk menggelar acara sosialisasi stunting ini. "Dan karena kami sangat peduli hal itu," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya