Dark/Light Mode

Pendukung Anies Ingatkan PKS, Tak Istiqomah Bisa Ditinggal Konstituen

Kamis, 8 Agustus 2024 19:45 WIB
Anies Baswedan dalam sebuah acara bersama PKS. Foto: Istimewa
Anies Baswedan dalam sebuah acara bersama PKS. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah relawan dan organisasi pendukung Anies Baswedan memberi peringatan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Jika partai dakwah ini tak jadi mengusung Anies di Pilkada Jakarta, bisa ditinggal pemilih di wilayah lain.

"Kalau tidak istiqomah, tergoda mendukung dan ke gerbong lain, pemilih bisa hijrah karena tak percaya lagi," kata Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Syarief Hidayatullah dalam keterangannya, Kamis (8/8/2024).

Sebagai penyokong Anies sejak Pilkada Jakarta 2017, Syarief mengakui, konstituen akar rumput PKS mayoritas pemilih Anies di Pilkada maupun Pilpres.

Nah, pemilih Anies ini tak hanya ada di Jakarta. Artinya, pemilih Anies di wilayah lain, terutama di basis PKS, bakal kecewa. Bisa jadi mereka tak memilih calon PKS di Pilkada di daerahnya masing-masing.

"Pilkada ini kan serentak. Meski Anies maju di Jakarta, tetapi dia tokoh nasional. Pemilih militan Anies akan melihat, partai mana yang tidak konsisten," tuturnya.

Baca juga : Teten Dukung Bank Ciptakan Ekosistem Bisnis Bagi UMKM

Keputusan politik partai yang selama ini pendukung dan identik dengan Anies, lanjutnya, akan sangat berdampak bagi pemilih di Pilkada di seluruh daerah. Khususnya PKS, di basisnya di Jawa Barat seperti Depok, Bekasi, juga di Provinsi Banten.

Karenanya, Syarief menyarankan, PKS, PKB, maupun Partai NasDem berhitung ulang untuk ambil keputusan tidak mencalonkan Anies di Jakarta.

"Karena keputusan salah di Jakarta, PKS akan merugi. Begitupun Partai NasDem dan PKB, bisa ditinggal konstituennya di basis-basis mereka," tuturnya.

Bagi Syarief, ini ujian berat dan besar bagi PKS. Jika lulus ujian ini, PKS akan menjadi partai besar dan berpotensi memenangkan kembali Pilkada di basis-basis utamanya.

"Jangan terbawa skenario penjegalan dan pembegalan demokrasi, serta akal-akalan politik lawan. Daripada bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM), lebih baik istiqomah dan suara umat akan kembali pada PKS," pungkasnya.

Baca juga : PAN Siap Dukung Anies Asalkan Zita Anjani Digaet Di Pilgub DKI Jakarta

Juru Bicara PKS M Kholid menegaskan, PKS telah memutuskan kadernya harus ikut dalam kontestasi Pilkada Jakarta, baik sebagai Cagub atau Cawagub. Prioritas PKS saat ini memastikan duet Anies Baswedan-Sohibul Iman (AMAN) berlayar.

"Sebagai Partai pemenang di Jakarta, DPP PKS sudah memutuskan kadernya harus ikut dalam kontestasi Pilkada Jakarta, memastikan pasangan AMAN berlayar," ujar Kholid dalam keterangannya, Kamis (8/8/2024).

PKS berharap, Anies yang telah diusung, bisa menutupi kekurangan kursi syarat untuk mengusung Paslon di Pilkada Jakarta. PKS juga terus membangun komunikasi dengan NasDem dan PKB.

"Kami berharap Mas Anies sebagai kandidat memenuhi kekurangan 4 kursi," pinta Kholid.

Namun demikian, sejak deklarasi pasangan AMAN 25 Juni sampai batas waktu 4 Agustus telah terlewati, Anies belum memastikannya.

Baca juga : Ke PBB, Putu BKSAP Ingatkan Dana Perubahan Iklim 100 M Dolar Wajib Ditepati

"Tenggat waktu 40 hari sejak 25 Juni deklarasi pasangan AMAN, terlewati. Mas Anies sudah diberikan karpet merah dengan 18 kursi PKS. Bahkan Presiden PKS Ahmad Syaikhu sampai turun gunung mencari mitra koalisi," ingatnya.

PKS pun mulai membuka opsi lain. Salah satunya membangun komunikasi politik dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang saat ini kabarnya mengusung Ridwan Kamil. DPP PKS sedang mengkaji dan membahasnya.

"Jadi opsi pertama dan prioritas kami adalah memastikan pasangan AMAN berlayar. Opsi kedua, dengan KIM. Dalam kedua opsi itu, PKS mensyaratkan agar kadernya harus ikut berlaga, baik sebagai Cagub atau Cawagub," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.