Dark/Light Mode

Kader Nasdem Membelot Di Pilkada Kota Surabaya

Tim Machfud-Mujiaman Bakal Amburadul Nih...

Minggu, 15 November 2020 07:42 WIB
Kader Nasdem Membelot Di Pilkada Kota Surabaya Tim Machfud-Mujiaman Bakal Amburadul Nih...

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi kader dan pengurus Partai Nasdem pindah dukungan di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya membahayakan pasangan calon (paslon). 

Aksi ini bisa membuat soliditas dan strategi pemenangan tim paslon Machfud Arifin-Mujiaman jadi amburadul.

“Pindah dukungan memang sering terjadi di setiap perhelatan pesta demokrasi. Pindah dukungan ini tentu akan membuat strategi pemenangan paslon di Pilkada Kota Surabaya jadi berantakan,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Pernyataan Ujang ini menanggapi membelotnya pengurus di 14 Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Surabaya. 

Para pengurus Nasdem ini mengalihkan dukungan dari semula paslon Machfud Arifin-Mujiaman kepada paslon Cahyadi dan Armuji. 

Menurut Ujang, fenomena ini adalah ketidakpuasan kader di bawah, sehingga soliditas harus cepat-cepat diperbaiki dan dicarikan solusi tepat. 

“Ini nggak bisa didiamkan, harus segera ditindaklanjuti. Kalau tidak akan jadi duri dalam daging dalam pemenangan pilkada,” ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini. 

Menurutnya, aksi loncat dukungan pada Pilkada Kota Surabaya ini bisa saja berakibat fatal hingga bisa memuat paslon kalah. 

Baca juga : Eri-Armuji Dan Machfud-Mujiaman Saling Klaim Menang Survei

“Bisa gatot (gagal total). Soalnya, biar sekecil apapun riak atau dinamika politik terjadi, harus diselesaikan sesegera mungkin,” tegasnya. 

Sebelumnya, sejumlah pengurus di 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasdem Kota Surabaya mengalihkan dukungan ke paslon Eri CahyadiArmuji. 

Pasalnya, DPP Nasdem resmi mendukung Machfud Arifin-Mujiaman. Ketua DPC Nasdem Kecamatan Tandes, Suherman mengatakan, pihaknya lebih memilih Eri-Armuji daripada Machfud Mujiaman yang secara resmi direkomendasi DPP Nasdem. 

DPP dianggap tidak menghargai perjalanan kepengurusan DPC Nasdem selama lima tahun. 

“Kami 14 DPC Nasdem siap memenangkan pasangan Eri Armuji, itu sudah menjadi tekad kami,” katanya, Kamis (12/10). 

Pihaknya telah siap menerima segala risiko sanksi dari Nasdem atas langkah politik itu. 

Suherman pun membantah pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Kota Surabaya, Robert Simangungsong terkait status keanggotaan para pengurus tingkat kecamatan yang memilih mendukung Eri-Armuji. 

Suherman menuding Ketua DPD Nasdem Surabaya dan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Jawa Timur Vincencius Awey tidak memahami aturan partai. 

Baca juga : Machfud-Mujiaman Janji Gratiskan Sertifikasi Guru TK

Suherman mengklaim status keanggotaannya masih berlaku dan tidak gugur karena tiga hal sesuai aturan partai. 

“Mereka berdua tidak tahu atau tidak paham bunyi SK (Surat Keputusan) DPC yang dikeluarkan DPW Jawa Timur. Lucu aja kalau mereka tidak paham,” ujarnya. 

Berdasarkan aturan, lanjut Suherman, ada tiga hal yang menggugurkan status keanggotaan kader Nasdem. 

Pertama SK habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang atau dicabut serta sudah terbit SK pengurus baru. Kedua, dipecat secara tertulis oleh DPW. 

Terakhir, status keanggotaan dicabut Dewan Pimpinan Pusat (DPP) selaku pihak yang mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Nasdem. 

“Hanya tiga hal yang menggugurkan status keanggotaan. Selama ini tidak ada. Artinya kami masih sah sebagai anggota Nasdem,” jelasnya. 

Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Bidang Media dan Komunikasi Publik Vinsensius Awey memastikan seluruh kader Nasdem Kota Surabaya solid dalam garis perjuangan partai dan tunduk pada keputusan ketua umum. 

“Apa yang terjadi itu sebuah dinamika politik menjelang pilkada saja. Sebuah riak-riak kecil yang tidak akan berdampak apapun,” tegasnya. 

Baca juga : Tuh Kan, Pak Mahfud Ngeri Kalau Begini Nih

Bahkan, menurut anggota Komisi C DPRD Surabaya periode 2104-2019 ini, sampai detik ini kader dan seluruh jajaran struktur DPC maupun DPD Nasdem Surabaya baru masih solid. 

“Masih all out di lapangan terus menerus membangun dukungan suara di masyarakat bagi pasangan MAJU (MachfudMujiaman),” bebernya. 

Sementara, calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin mendapat dukungan dari salah satu tokoh PDIP, Mat Mochtar. Mochtar tidak mendukung calon yang direkomendasi PDIP pada Pilkada Surabaya 2020. 

Dia merasa tidak ada dari pihak pengurus PDIP yang menemuinya. Bahkan, saat adik Mochtar meninggal yang datang takziah ke rumahnya hanya Machfud Arifin. 

“Sekarang kalau mau datang masa tidak boleh,” ujarnya. 

Mochtar pun menyinggung disingkirkannya Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dari Pilkada Surabaya. Padahal Whisnu merupakan kader PDIP tulen. 

“Dia anak dari Pak Tjip (Almarhum Soetjipto Soedjono, Sekjen PDIP), PDI yang pro mega waktu itu, yang membesarkan partai,” pungkasnya. [EDY]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.