Dark/Light Mode

Diduga Palsukan Dokumen Sengketa Pilgub Kalsel

Kubu Denny Diusut Polda

Rabu, 23 Juni 2021 06:50 WIB
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa’i. (Foto: ANTARA)
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa’i. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan saksi kubu Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wagub Kalimantan Selatan (Kalsel) Denny Indrayana-Difriadi dalam sidang sengketa Pilgub Kalsel di Mahkamah Konstitusi (MK), tengah diusut Polda Kalsel. Penyidik akan terus kejar siapa pelakunya.

Polda Kalsel menyatakan, kasus pemalsuan dokumen sengketa Pilkada ini sudah masuk tahap penyidikan. Semua pihak yang mengetahui dan terlibat dalam kasus itu akan terus dikejar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Mochamad Rifa’i mengungkapkan, saat ini penyidik masih melakukan pengumpulan alat bukti dan meminta sejumlah keterangan pihak terkait.

Berita Terkait : Prof Denny Dikalahkan Petahana

Dia mengimbau, semua pihak bersabar mengenai kasus dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan Komisioner KPUD Banjar Abdul Muthalib itu.

“Penyidik masih memerlukan waktu untuk pengembangan, pemeriksaan, termasuk bukti-bukti kasus yang dilaporkan,” ujar Rifa’i.

Sebelumnya, Komisioner KPUD Banjar Abdul Muthalib melapor adanya dugaan pemalsuan tanda tangannya melalui surat yang ditunjukkan seorang saksi kubu Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel Denny Indrayana-Difriadi dalam sidang sengketa Pilkada di MK pada 22 Februari 2021. Kasus itu pun sudah naik dalam tahap penyidikan pada 10 April 2021.

Berita Terkait : PSU Pilgub Kalsel, Denny Indrayana Tetap Kalah, Saksinya Tolak Tanda Tangan

Dokumen dimaksud telah menjadi akar persoalan. Sebab, dalam surat pernyataan itu disebutkan adanya rekayasa perolehan suara Pilgub Kalsel 2020 di Kabupaten Banjar dengan mencantumkan nama Abdul Muthalib alias Azis dan tanda tangannya sebagai Komisioner KPUD Banjar. Dia pun membantah itu tanda tangannya.

“Saya meyakini ada yang memalsukan surat ini. Makanya saya laporkan ke Kepolisian supaya siapa yang membuat ini bisa terungkap dan bisa diketahui masyarakat,” ujar Azis, kemarin.

Surat pernyataan itu merupakan satu dari sederet alat bukti yang dibeberkan para saksi yang dihadirkan oleh kubu Denny Indrayana saat sidang pembuktian di hadapan hakim MK.

Berita Terkait : PSU Pilgub Kalsel Ibarat Pertandingan Sepak Bola

Dengan alat bukti itu pula, hakim MK memutuskan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel di 7 kecamatan.

Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel menetapkan Paslon petahana Sahbirin Noor-Muhidin sebagai pemenang PSU Pilgub Kalsel.

Hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi, KPU Kalsel menetapkan Paslon nomor 1 Sahbirin Noor-Muhidin sebagai pemenang dengan meraih 871.123 suara. Sedangkan, Paslon nomor 2 Denny Indrayana-Difriadi Darjat meraup 831.178 suara. Terdapat selisih 39.945 suara dari total pemilih sah 1.702.301 orang di 13 kabupaten/kota di Kalsel.
 Selanjutnya