Dark/Light Mode

Situasi Kondusif Di Yalimo Pasca Chaos

Warga Masih Ngungsi

Sabtu, 10 Juli 2021 06:20 WIB
Pembakaran fasilitas pemerintahan dan umum di Yalimo, Papua, yang dibakar massa, Selasa (29/6/2021) lalu. (Foto: Dok. Istimewa)
Pembakaran fasilitas pemerintahan dan umum di Yalimo, Papua, yang dibakar massa, Selasa (29/6/2021) lalu. (Foto: Dok. Istimewa)

 Sebelumnya 
“Setelah mendengarkan hasil putusan MK, massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang mendiskualifikasi pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil. Lalu, massa melakukanaksi pembakaran beberapa gedung milik pemerintahan,” katanya.

Sementara Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, ada 1.025 warga Yalimo saat ini mengungsi ke Wamena, usai aksi massa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil. Evakuasi warga dilakukan Senin, 5 Juli malam melalui darat dengan pengawalan anggota TNI-Polri.

Baca juga : Bisa Turunkan Imun, Gus Halim Ingatkan Warga Desa Waspadai Cuaca Dingin

Dia menambahkan, evakuasi warga yang sebelumnya bermukim di Elelim, ibukota Kabupaten Yalimo itu, dilakukan atas permintaan mereka saat bertemu di Elelim, Senin (5/7) pagi.

“Memang benar dalam kunjungan kerja ke Elelim, para pengungsi meminta dibantu evakuasi ke Wamena. Karena trauma saat aksi pembakaran pada Selasa (29/6),” kata Fakhiri.

Baca juga : Jasa Marga Gaet MNC Garap Bisnis Non-Tol

Para pengungsi selain di tampung di Tongkonan Wamena, juga tersebar di beberapa tempat, karena ada yang menumpang di kerabat atau kenalannya.

Ketika ditanya tentang situasi Kamtibmas, Fakhiri menyebut, saat ini situasi relatif kondusif, namun anggota TNI-Polri tetap bersiaga.

Baca juga : Bantuan Kemensos Untuk Warga Yalimo, Papua Mulai Dibagikan Hari Ini

Tidak ada korban jiwa dalam aksi pembakaran yang dilakukan massa pendukung Erdi Dabi-Jhon Wilil. Tapi, bangunan yang dibakar cukup banyak, yakni 34 perkantoran pemerintah, 126 ruko yang dibakar serta 115 sepeda motor dan roda empat empat unit. Kerugian ditaksir sekitar Rp 324 miliar. [EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.