Dark/Light Mode

KPU: Pilgub DKI Tetap 2024

Panggung Anies Tersisa Setahun

Sabtu, 18 September 2021 07:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Humas Pemprov Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Humas Pemprov Jakarta)

 Sebelumnya 
Menurut dia, Anies tidak memburu jabatan gubernurnya. Melainkan memperbaiki Jakarta menjadi kota yang humanis, dan tertata. Artinya, bukan hanya kotanya, tetapi juga masyarakatnya.

Geisz mencontohkan hal yang paling sederhana, dan tidak pernah diperhatikan orang. Hewan-hewan liar di Ibu Kota terpelihara dengan baik, disentralisasi, dan divaksin. Bahkan belum lama ini, ada burung gereja tersangkut benang, langsung ditangani pemadam kebakaran.

“Artinya apa? Ada perubahan peradaban dan perilaku dari aparat Pemprov Jakarta. Terutama dalam melihat bagaimana selayaknya memperlakukan bukan hanya manusia tapi hewan-hewan. Itu kan sudah sangat luar biasa,” tuturnya.

Baca juga : PKS Ingin Incumbent Berkuasa Dua Periode

Apakah ini termasuk bagian dari upaya penjegalan Anies? Geisz sudah tidak mempersoalkan. Karena menurutnya yang dikejar itu bukan jabatannya, tetapi kebijakannya. Dan ternyata, kebijakan Anies sangat pro rakyat.

Artinya, sekalipun lawan politik Anies berupaya setengah mati untuk mendegrasinya, namun gagal total. Kata Geisz, justru popularitas dan elektabilitas Anies tinggi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, pelaksanaan pilkada 2024 tidak akan merugikan Anies. Pasalnya, proses Pilkada 2024 sudah dimulai sejak 2023. Justru dengan tidak menjabat sebagai gubernur, Anies akan lebih fokus pada konsolidasi politik selama satu tahun ini.

Baca juga : Ketua DPR: Presiden Tegaskan Pembangunan IKN Jalan Terus

Lagipula, peluang Anies cukup besar. Karena sudah punya elektabilitas secara personal yang terafiliasi langsung ketokohannya ke kelompok religius. Sehingga kalau pun ingin tetap eksis sampai 2024, paling tidak menuju kontestasi, Anies harus mendapatkan posisi strategis di parpol. Baik ketua umum atau posisi lainnya, selama bisa menonjol.

Di sisi lain, Anies sudah harus berhitung soal parpol. Setidaknya yang tepat untuk Anies adalah yang nasionalis. Maka pilihannya NasDem. Satu, karena belum punya kader menonjol. Kedua, punya basis yang cenderung menyukai ketokohan Anies.

“Kenapa nasional lebih penting dari parpol yang Islam, misal PKS. Karena akan menjadi bias suara. Anies mampu menggerakkan suara kelompok religius sehingga dia perlu merangkul kelompok nasionalis. Tentu peluang Anies akan terbuka lebar,” pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.