Dark/Light Mode

Menko PMK Pede Masyarakat Bakal Patuhi Larangan Mudik

Rabu, 31 Maret 2021 10:28 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sempat membolehkan mudik Lebaran, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan khirnya resmi melarang mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021, demi mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Sebelum dan sesudah tanggal itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar daerah. Kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu.

Pengurangan mobilitas dipercaya menjadi jurus paling ampuh untuk menekan penularan Covid-19, dan sudah terbukti dalam beberapa kali momen libur panjang sejak awal 2021.

Seperti apa optimisme pemerintah dalam kebijakan melarang mudik Lebaran ini? Apakah pemerintah yakin, kebijakan ini dapat berjalan efektif? 

Berita Terkait : Dukung Larangan Mudik Bagi Perantau

Berikut penuturan Menko PMK Muhadjir Effendy kepada wartawan RM.id, Didi Rustandi.

Sebelumnya, pemerintah memberi sinyal membolehkan mudik Lebaran. Namun, akhirnya pemerintah resmi melarang mudik Lebaran, demi mencegah situasi Covid yang lebih buruk. Bagaimana tanggapan Bapak terkait hal ini?

Bukan sinyal tapi wacana. Wacananya sebenarnya juga tidak tunggal. Ada wacana boleh mudik, dan ada wacana tidak mudik. Hanya dalam pemberitaan, lebih heboh yang wacana boleh mudik. Karena lebih seksi.

Seperti apa situasi Covid di mata pemerintah saat ini, sehingga menerbitkan larangan tersebut?

Berita Terkait : Korban Bom Katedral Makassar Bertambah Jadi 20 Orang

Alhamdulilah, akhir-akhir ini, kondisi wabah bisa dikendalikan berkat kepatuhan masyarakat pada 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer), serta kerja keras Satgas dalam melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment).

Kondisi yang relatif sudah membaik ini juga tak lepas dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mikro (PPKM).

Bagaimana Bapak melihat kepatuhan masyarakat dalam larangan mudik ini? Apakah Bapak yakin, larangan ini akan dipatuhi? Sebab, mungkin saja, ada yang tetap nekat. Curi-curi tanggal. Apalagi, jumlah kasus Covid sudah dilaporkan menurun, dan sudah banyak orang divaksinasi. 

Yakin. Seharusnya, dengan penuh kesadaran, masyarakat mematuhi itu. Makanya diksinya bukan “mudik dilarang”. Manusia itu punya dorongan namanya “intensi paradoksi”. Menahan diri untuk tidak buang air kecil, justru yang muncul adalah buang air kecil yang tak tertahankan.

Berita Terkait : Ada Dorongan Kuat Dari Masyarakat, PPHN Dihadirkan Kembali

Begitu juga dilarang mudik, yang muncul justru keinginannya untuk mudiknya malah menjadi-jadi.
 Selanjutnya