Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - KPK dan BPK. Dua lembaga penting ini tengah mencari pimpinan. Dua-duanya berhubungan dengan anggaran. Uang.
Ada kekhawatiran, BPK akan diduduki para caleg gagal. Gagal ke DPR, melamar ke BPK. BPK akan menjadi tempat pelarian. Jadi lembaga politik. Hasil auditnya bisa menjadi alat politik. Bisa dimainkan.
Misalnya, ini hanya satu contoh: Ada beberapa kepala daerah yang maju menjadi gubernur atau capres, hasil auditnya bisa dimake-up. Dipoles. Atau, sebaliknya, diacak-acak. Itu hanya kekhawatiran. Semoga saja tidak.
Baca juga : Regenerasi Pimpinan Parpol
Bagaimana dengan KPK? Kekhawatiran juga ada. Kalau salah pilih, lembaga ini bisa dihuni oleh mereka yang lemah “iman anti korupsinya”. Akibatnya, KPK menjadi macan ompong. Kelihatan gagah tapi tak punya gigi. Bisa diatur-atur. Bisa dinego. Beraninya sama yang kecil. Tak kuasa melawan korupsi besar. Jadi NKK, Nolong Kawan-Kawan. Semoga tidak seperti itu.
Nasib kedua lembaga ini ada di DPR. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dipilih oleh DPR. Sedangkan KPK masih melewati Panitia Seleksi (Pansel). Pansel menyerahkan 10 nama ke Presiden. Presiden kemudian menyerahkan ke DPR yang akan memilih lima orang pimpinan KPK.
Semoga DPR memiliki kejenihan, obyektifitas dan berpikiran jauh ke depan. Kita sangat berharap ke DPR dan organisasi masyarakat.
Baca juga : Setan Jawa Gentayangan di Jepang
Idealnya, dua lembaga ini diisi figur yang sangat-sangat kuat komitmennya. Punya integritas. Tak punya rekam jejak yang jelek. Bersih. Cakap. Tak bisa dinego. Tak bisa ditekan. Bertanggungjawab. Pakai kacamata kuda. Hanya melihat ke depan. Tidak melirik kiri-kanan. Tahan godaan.
Itu idealnya. Tapi, itu tadi, ada kekhawatiran: Justru yang sekarang dicari adalah mereka yang lemah. Bukan yang kuat. Mereka yang punya masa lalu bermasalah sehingga bisa diatur. Mereka yang bisa ditakut-takuti, “awas! kalau kamu buka kasus ini, saya akan buka kasusmu. Kami juga punya catatan hitammu!”. Duh!
Kita berharap, BPK, KPK dan lembaga-lembaga lain, yang dipilih lewat DPR maupun tidak, diduduki oleh mereka yang benar-benar kuat dan tahan godaan. Mereka yang tak bisa digertak atau ditakuti-takuti karena masa lalunya.
Baca juga : Bukti Lemah, MK Tolak Dalil Paslon 02 Menang
Kedua lembaga itu bukan ajang untuk para pencari kerja. Bukan pula tempat pelarian atau bunker. Itu lembaga yang sangat terhormat dan vital. Kita berharap, semoga terpilih orang-orang terbaik.
Di saat-saat seperti ini, kita teringat Umar Wirahadikusumah dan Andi Muhammad Jusuf Amir, dua orang jenderal yang pernah menjadi ketua BPK.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.