Dewan Pers

Dark/Light Mode

Musim Pencitraan

Rabu, 29 Juni 2022 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Nama-nama calon pengganti Presiden Jokowi terus beredar. Pemilu memang masih dua tahun lagi.

Namun, nama-nama baru sudah terdeteksi. Mereka di antaranya para kepala daerah, menteri, dan para pimpinan partai politik.

Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas para pemimpin untuk rakyat, di saat normal maupun krisis, tidak akan mengkhianati hasil. Semua kerja-kerja itu akan beresonansi dengan kuat ke hati rakyat. Tidak perlu gimmick, tidak perlu banyak acting, rakyat bisa merasakan.

Berita Terkait : Kenapa Migor Masih Mahal?

Pencitraan terbaik adalah bekerja sungguh-sungguh, totalitas mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga untuk selalu menemukan solusi setiap masalah yang dihadapi rakyat yang dipimpinnya. Kesungguhan bekerja yang penuh cinta, sepenuh hati, menjadi energi yang akan bervibrasi ke hati rakyat.

Ya, hanya bekerja dengan hatilah yang akan menyentuh dan sampai ke hati rakyat. Tidak ada yang bisa memanipulasi getaran rasa.

Sudah banyak kisah nyata, tentang para pemimpin yang melegenda karena ketulusan hatinya bekerja, menjalarlah rasa cinta rakyat untuknya.

 

Berita Terkait : Anies Laris Manis

Mereka adalah tipikal pemimpin yang biasanya dibesarkan dalam dekapan air mata, derita kehidupan sejak masa kecil hingga dewasa, yang kemudian membulatkan tekadnya untuk memimpin untuk perubahan kehidupan lebih baik.

Di masa pandemi ini, beberapa pemimpin daerah bekerja keras untuk menormalisasi kehidupan. Memimpin masyarakat melakukan proses adaptasi kehidupan baru telah membuat rakyat berpikir untuk memberi apresiasi lebih. Muncul keinginan memberi mandat untuk memimpin di skala yang lebih luas.

Hal ini dapat dilihat dari beberapa riset dari berbagai lembaga survei yang beberapa hari ini dirilis. Ada beberapa nama kepala daerah yang karena totalitas dan inovasinya dalam memanajemeni pandemi mendapat insentif elektoral ke jenjang karier politik lebih tinggi.

Berita Terkait : Elite Yang Tak Peka

Nama-nama mereka sudah mulai populer melampaui wilayah kerja mereka di provinsi.

Popularitas dan elektabilitas mereka bahkan kini sudah menyalip nama-nama yang telah berkali-kali ikut kontestasi politik nasional.

Di 2024, mereka adalah wajah-wajah baru yang akan menjadi alternatif RI-1 dan RI-2. Semoga saat mereka memimpin, Indonesia terbang tinggi, Indonesia hebat, maju, adil, dan sejahtera. ■