Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
Sebelumnya
Gabah dari petani lalu diproses menjadi beras. Sebagian dijual dengan harga wajar dan terjangkau rakyat kecil. Sebagian lagi disimpan untuk stok.
Tiga tahun terakhir ini, Indonesia sudah tidak impor beras lagi. Kita berharap, ke depan ini juga tidak ada impor beras.
Baca juga : Bisnis Rakyat Kecil Tak Boleh Mati Suri
Untuk menggenjot produksi beras, kita berharap pemerintah menyiapkan pupuk subsidi. Tak boleh ada pengurangan subsidi pupuk.
Di kala banyak negara berjuang keras menghadapi krisis pangan, Indonesia harus memacu produksi berasnya. Sehingga, kalau nanti dibutuhkan, Indonesia bisa membantu negara lain yang rakyatnya terancam kelaparan.
Baca juga : Rakyat Miskin Tetap Harus Bisa Makan
Di samping beras, kita berharap produksi jagung dan singkong juga digenjot. Ini penting supaya stok bahan pangan kita semakin banyak dan beragam.
Krisis pangan dan energi global sudah terjadi. Harga bahan pangan, minyak mentah dan batubara naik tinggi.
Baca juga : Korupsi Tak Ada Matinya
Kunci utama supaya kita tidak kolaps, produksi beras mesti dipacu dan masyarakat tidak boros dalam menggunakan energi fosil. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.