Dewan Pers

Dark/Light Mode

"Reshuffle Kerakyatan"

Kamis, 25 Agustus 2022 06:34 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Reshuffle kabinet sudah di depan mata. Demikian kabar yang beredar. Setidaknya, ada dua posisi yang akan segera diisi.

Pertemuan Ketua Umum NasDem Surya paloh dengan Presiden Jokowi, Jumat sore (19/8), juga memperkuat potensi kemungkinan reshuffle.

Karena, dalam pertemuan tersebut beredar “isu” bahwa Surya Paloh sudah pamit ke Presiden Jokowi terkait Pilpres 2024.

Berita Terkait : 2024, Polarisasi Akan Menguat?

NasDem membantah kabar tersebut. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, hubungan partainya dengan Presiden Jokowi justru semakin solid.

Isu itu, disertai isu-isu lainnya yang mewarnai pemberitaan, seperti kasus Ferdi Sambo yang melebar kemana-mana, memperkuat dugaan bahwa reshuffle sudah dekat.

Yang pasti, saat ini ada dua posisi yang kosong. Pertama, posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Kedua, Wakil Menteri Luar Negeri.

Berita Terkait : Korupsi "Orang Pintar"

Posisi Menteri Pan-RB hingga saat ini belum terisi setelah Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada 1 Juli 2022.

Sedangkan kursi Wakil Menteri Luar Negeri tidak terisi setelah Mahendra Siregar mengemban tugas baru sebagai Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengisian dua kursi tersebut bisa dibarengi dengan pergeseran beberapa posisi menteri. Bahkan, ketika reshuffle terakhir, Juni 2022, pergantian menteri dari parpol, terkait isu dan peta politik 2024, sudah ramai beredar.

Berita Terkait : "Kucing Pilpres"

Dalam jangka agak panjang, reshuffle “pasti” terjadi di 2023. Karena, beberapa menteri berpotensi mencalonkan diri sebagai capres atau cawapres. Sebut misalnya Prabowo Subianto yang sudah dideklarasikan oleh Gerindra.
 Selanjutnya