Dewan Pers

Dark/Light Mode

"Kucing Pilpres"

Kamis, 18 Agustus 2022 06:29 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Potensi munculnya empat pasangan capres di Pilpres 2024, sangat besar. Namun, dinamika politik akan sangat menentukan, bahkan sampai detik terakhir. Bisa saja, di injury time, justru hanya dua koalisi yang bertarung. Atau bahkan ada “plot twist”.

Koalisi terakhir yang terbentuk adalah Gerindra-PKB. Keduanya melangsungkan “pernikahan politik”, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).

Kedua parpol ini memenuhi syarat mengusung capres sendiri. Prabowo-Muhaimin tampaknya tak tergantikan untuk posisi capres dan capres dari koaliasi ini.

Berita Terkait : Wajah Kita Mulai Digambar

Koalisi ini melengkapi koalisi sebelumnya. Ada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang juga memenuhi syarat mengusung capres sendiri.

PDIP berpotensi tampil sendiri, tidak berkoalisi untuk mengusung capres. Lalu ada koalisi keempat; Nasdem, Demokrat dan PKS.

KIB punya calon kuat; Erick Thohir, Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo. Ketiganya bisa bertukar posisi.

Berita Terkait : Awas ``Banalitas Korupsi``!

PDIP bisa mensimulasikan Puan dengan Andika Perkasa, Ridwan Kamil atau dengan Ganjar yang sekarang dipersepsikan akan diambil koalisi lain.

Sementara Nasdem-Demokrat-PKS kemungkinan akan berporos di Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Nasdem sudah mengumumkan tiga kandidat; Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa.

Kalau skenario ini berjalan lancar, pertarungan akan ramai. Empat pasangan capres akan sangat menarik. Calon-calon terbaik akan mendapat kesempatan. Pilihan juga semakin banyak. Polarisasi tajam seperti Pemilu 2019 bisa dihindari.

Berita Terkait : Bukan Hanya “Konsumsi Orang Dewasa”

Namun semuanya masih belum pasti. Dinamika politik Indonesia sangat cair. Bahkan di detik terakhir masih bisa gonta-ganti.
 Selanjutnya