Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jangan Hilang Momentum

Selasa, 22 November 2022 06:45 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak kasus di negeri ini yang sempat heboh. Tapi, sayangnya, momen untuk melakukan perbaikan, hilang ditelan waktu. Tidak dioptimalkan. Seperti sia-sia.

Banyak kasus yang sudah dilalui beberapa tahun terakhir. Sebut misalnya yang masih hangat, kasus polisi seperti kasus polisi tembak-polisi yang melibatkan Ferdy Sambo yang kemudian berkembang menjadi kasus rekayasa kasus.

Lalu kasus hilangnya barang bukti yang melibatkan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa. Juga tragedi Kanjuruhan yang kemudian menyeret aparat kepolisian. Belum lagi kasus-kasus lainnya yang biasanya disebut sebagai “oknum”.

Berita Terkait : Data Bocor, Cegah & Tindak

Menyikapi gelombang kasus di kepolisian ini, Presiden Jokowi sempat marah. Para pejabat Polri di seluruh Indonesia pernah dikumpulkan di Istana. Presiden antara lain menyinggung soal gaya hidup hedin di kalangan kepolisian.

Namun, kita belum tahu, apakah sudah ada langkah taktis dan strategis yang mendasar untuk memperbaiki institusi yang dibutuhkan dan dicintai rakyat ini.

Apakah momen perbaikannya lamat-lamat akan hilang diterpa isu-isu serta kasus lain yang datang silih berganti? Semoga tidak.

Berita Terkait : G20 Mengalir Sampai Ke Bawah

Selain kasus di kepolisian, banyak juga kasus lain yang sempat menghebohkan negeri ini, tapi pelan-pelan menghilang. Momen untuk melakukan perbaikan, juga perlahan-lahan menyingkir. Seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu yang luar biasa hebohnya yang mengguncang negeri ini.

Kita misalnya pernah dihebohkan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang melibatkan menteri, lalu kasus impor berbagai macam produk seperti beras, kedelai, garam, cangkul dan sebagainya.

Kasus-kasus “mafia” di banyak sektor, pungli, makanan mengandung formalin, juga sempat menyita perhatian rakyat.
 Selanjutnya