Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Mendadak Baik

Jumat, 4 Agustus 2023 06:10 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang Pemilu 2024, para politisi dan calon politisi “bermetamorfosis” menjadi orang yang baik, dermawan, suka menyapa, ramah, dan murah senyum. Bukan hanya kepada orang sekitar mereka, kepada yang tidak dikenal pun mereka baik. Jangankan kepada yang meminta bantuan, kepada yang tidak minta pun mereka beri.

Dengan maraknya sikap seperti ini, sampai-sampai muncul celotehan di masyarakat, “jika ada orang yang tiba-tiba baik, dia pasti caleg”. Celotehan ini ada yang cuma bersifat candaan, namun banyak juga yang berupa sindiran.

Menjadi orang baik tentu baik. Bahkan keharusan. Semua agama memerintahkan umatnya menjadi orang baik. Namun, orang baik itu harus konsisten, bukan dadakan dan bukan musiman.

Baca juga : Jangan Ikutan Perang Politik

Karena itu, kita berharap, para politisi dan calon politisi yang mau nyaleg di 2024, baiknya terus-menerus. Tidak hanya saat ada maunya saja baik-baikin masyarakat. Terpilih atau tidak terpilih pada 2024, mereka harus tetap baik, ramah, dan dermawan kepada sesama.

Sayangnya, hal ini belum terwujud di masyarakat. Para caleg biasanya hanya baik sementara. Hanya saat masa kampanye. Setelah Pemilu selesai, kebaikan mereka juga selesai. Yang terpilih, lupa. Yang tidak terpilih, stres bahkan marah-marah kepada orang-orang yang mereka baik-baikin saat masa kampanye.

Sudah banyak cerita di masyarakat mengenai caleg gagal yang meminta kembali bantuan yang sudah mereka berikan. Bahkan yang paling miris, bantuan karpet masjid pun diambil kembali. Sungguh ironis. Hal ini menunjukkan, caleg tersebut bukan cuma baik dadakan, tapi kebaikannya juga palsu.

Baca juga : Permainan Politik Genderuwo

Beberapa hari terakhir, muncul meme lucu di media sosial yang berkaitan dengan “kebaikan” caleg. Meme itu menunjukkan pengaspalan jalan rusak di desa yang hanya beberapa meter. Di bawahnya ditulis, “Segini dulu aspalnya. Kalau menang dilanjutkan”.

Dengan banyaknya orang baik dadakan ini, publik harus lebih waspada. Jika caleg tersebut kebaikan palsu, lebih baik ditolak saja. Percuma. Ujung-ujungnya kita akan sakit hati.

Pilihlah caleg yang asli baiknya. Tanpa dibuat-buat, tanpa rekayasa, dan kebaikannya konsisten. Pilihlah caleg yang senyumnya asli, ramah alami, dan dermawannya dengan penuh keikhlasan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.