Dark/Light Mode

Janji Sulit Para Caleg

Senin, 22 Januari 2024 00:09 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Agar bisa terpilih dalam Pemilu 2024, para Caleg tak sungkan mengobral janji manis kepada masyarakat. Tak peduli sebagian janji itu sulit atau bahkan mustahil untuk dapat dilaksanakan. Anehnya lagi, sebagian masyarakat kita masih termakan dengan janji-janji tersebut.

Sebagian janji-janji sulit tersebut adalah menyediakan pangan murah, menaikkan gaji buruh, menurunkan harga-harga kebutuhan pokok, meningkatkan kesejahteraan petani, bahkan ada yang berani janji menggratiskan BPJS Kesehatan dan BBM, meski kemudian janji tidak terdengar lagi.

Baca juga : Awas, Janji Palsu Caleg

Bukan hanya sulit, antara satu janji dengan janji yang lainnya juga kontradiktif. Seperti janji menyediakan pangan murah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Janji ini memang terlihat sangat baik, ideal, dan menjadi cita-cita banyak orang. Namun, dalam konteks hari ini, dengan sistem pertanian kita yang mayoritas tradisional, sulit melakukan kedua-duanya secara sekaligus.

Alasannya, menyediakan pangan murah berarti akan membuat harga pasokan di tingkat petani juga murah. Kalau harga di petani murah, meningkatkan kesejahteraan mereka menjadi sulit. Kecuali kita bisa memberikan alat pertanian modern dan sistemnya juga canggih, sehingga petani bisa meningkatkan produksinya secara signifikan. Jika hal itu yang dilakukan, tentu menyediakan pangan murah dibarengi meningkatkan kesejahteraan petani tidak sulit.

Baca juga : Akademisi Sambut Baik Debat Programatik Capres

Pertanyaannya, apakah seorang anggota Dewan bisa sendirian melakukan itu? Rasanya akan sulit. Apalagi, kalau terpilih nanti, belum tentu dia ditempatkan di Komisi IV, yang membidangi pertanian. Bisa saja partai berkehendak lain, dengan menempatkannya di komisi berbeda.

Janji kontradiktif lainnya adalah menaikkan gaji buruh dan menurunkan harga-harga kebutuhan pokok. Menaikkan gaji buruh berarti menambah biaya produksi bagi perusahaan. Jika biaya naik, otomatis harga produk yang dihasilkan juga naik. Jelas, kedua janji ini sulit untuk dilaksanakan secara bersamaan. Kalau mau dilaksanakan, harus ada satu yang “dikorbankan”.

Baca juga : Sepinya Geliat Caleg DPD

Namun, para Caleg sepertinya tidak berpikir demikian. Mungkin, yang dipikirkan mereka adalah bagaimana membuat masyarakat tergiur, tertarik, dan terpengaruhi untuk memilih. Tidak peduli janjinya tersebut nanti bisa dilaksanakan atau tidak.

Untuk masyarakat, sebaiknya memilih Caleg yang janjinya lebih realistis. Jangan terlalu utopis. Yang paling penting, Caleg tersebut kenal dan dikenal rakyat, peduli, berintegritas, dan bekerja sungguh-sungguh. Jika Calegnya seperti ini, tanpa janji-janji manis pun, dia akan bekerja dengan baik. Semoga!

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.