Dark/Light Mode

Kabinet Dengan Modal Kuat

Selasa, 15 Oktober 2024 06:12 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada dua partai politik yang ditunggu-tunggu saat Presiden terpilih Prabowo Subiato melakukan “audisi” calon menteri tadi malam. Dua parpol tersebut; PDIP dan NasDem.

Yang posisinya hampir pasti adalah NasDem. Partai pimpinan Surya Paloh ini menyatakan tidak akan mengajukan nama menteri, namun tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Tidak ada di kabinet tapi tetap mendukung. Ini menarik.

Bagaimana peran NasDem dengan dukungan “model baru” ini, perlu ditunggu. Karena, dukungan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Biasanya, parpol berlomba-lomba mengajukan nama-nama calon menteri. Bahkan, ada yang meminta jatah sebanyak-banyaknya. Kali ini, NasDem terlihat agak lain.

Baca juga : "Mengebom Korupsi Politik"

NasDem tampaknya ingin “independen”. Atau, seperti istilah zaman Orde Baru, “bebas tapi bertanggungjawab”. Bisa jadi, NasDem juga agak trauma. Karena, bisa saja, jatah menteri bisa berubah menjadi alat sandera politik.

Petinggi NasDem Saan Mustopa di “panggung depan” menekankan, “kami ingin memberi kesempatan terlebih dahulu kepada partai koalisi pendukung Prabowo. Ini etika politik”.

Artinya, NasDem bisa saja bergabung di tengah jalan, beberapa tahun ke depan. Ingin melihat situasi dan kondisi politik terlebih dahulu.

Apa pun komposisinya, kita berharap, kabinet Prabowo-Gibran bisa menjadi kabinet yang efektif dan terbaik sepanjang masa.

Baca juga : Mencari Menteri, Bukan Kepala Ikan

Dengan jumlah yang relatif besar, dan ada kementerian yang dipecah, semoga kabinet ini menjadi lebih fokus dan efektif. Jangan justru sebaliknya, terjadi tumpang tindih karena semuanya sangat bersemangat membuat Peraturan Menteri. Akibatnya, terjadi overlapping.

Ini perlu diingatkan, karena dari semua calon menteri yang “diaudisi” tadi malam, ada yang benar-benar “orang kerja” ada pula yang cenderung sebagai “orang politik”.

Orang politik biasanya “sulit dipe gang”. Kadang terlalu bersemangat melakukan manufer. Di sinilah pentingnya “code of conduct” yang tegas, ketat dan konsisten.

Harapan rakyat terhadap kabinet dan pemerintahan Prabowo-Gibran, yang sangat besar, jangan sampai redup di tengah jalan. Apalagi baru kali ini kita melihat transisi pemerintahan yang berlangsung mulus.

Baca juga :  “Tukang Stempel”, Harap-harap Cemas

Banyaknya orang-orang Jokowi yang menjadi menteri Prabowo menandakan bahwa transisi pemerintahan berjalan baik dan lancar. Dukungan dari parpol yang akan menjadi modal politik pemerintahan Prabowo-Gibran, juga besar.

Modal penting ini harus bisa dikonversi menjadi keunggulan kabinet yang bisa menghasilkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Bukan kemajuan dan kesejahteraan segelintir atau sekelompok orang.

Kita berharap, kabinet ini menjadi kabinet terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Semoga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.