Dark/Light Mode

Golput & Pujian

Minggu, 20 Januari 2019 06:31 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Mereka yang belum menentukan pilihan ini, digoda sedikit saja, misalnya karena ingin berlibur, bisa langsung kabur. Apalagi yang dari awal sudah bertekad menjadi golput. Ini tugas KPU. Juga tugas parpol dan mereka yang terlibat dalam pemilu. Karena, suasana hiruk pikuk, sumpek, akibat polarisasi yang sangat tajam antara dua kubu, bisa mengundang antipati. Satu tingkat di atas antipati adalah golput.

Baca juga : Cikal Bakal Debat Capres

Memilih untuk tidak memilih. Yang terjadi sekarang, tidak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk menang. Bagi pemilih cerdas, ini juga menjadi pemicu golput. Janji-janji manis, bahkan yang tidak masuk akal, yang sangat mudah dilontarkan para politisi, juga bisa memicu golput, terutama para pemilih cerdas. Kondisi sekarang sangat hitam putih. Saya atau kamu. Kami atau kalian. Benar atau salah. Kawan atau lawan.

Baca juga : Kerikil Debat

Sangat jarang yang bisa obyektif. Yang bisa menilai bahwa kubu A memiliki kekuarangan. Juga punya kelebihan. Demikian pula kubui B. Punya kelebihan dan kekurangan. Saat debat capres misalnya, ketika kedua pasangan diberikan waktu 90 detik untuk memberikan apresiasi atau memuji satu sama lain, keduanya sepakat untuk tidak melakukan itu.

Baca juga : Sidang Jari

Tak ada keluar kata pujian dari masing-masing pasangan. Keduanya justru menggunakan waktu itu untuk tetap mengemukakan kelebihan mereka masing-masing. Kalau begitu, ya, mau gimana lagi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.