Dark/Light Mode

Nasi Goreng Di Satu Dapur

Selasa, 18 November 2025 08:13 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini seperti kumpulan para chef hebat memasak nasi goreng di dapur yang sama. Begitu kira-kira “kerja bareng” untuk mereformasi hukum di Indonesia.

Presiden membentuk Komite Reformasi Polri. Polri juga membentuk tim internal sendiri. Mahkamah Konstitusi berkontribusi lewat putusannya mengenai Polri yang menduduki jabatan di lembaga sipil.

DPR tidak mau ketinggalan. Seperti diberitakan Rakyat Merdeka, Senin (17/11/25), Komisi III DPR membentuk Panitia Kerja (Panja) Reformasi. Panja ini bukan hanya untuk Polri, tapi langsung tiga: Polri, Kejaksaan dan Pengadilan. 

Lengkap. Eksekutif, legislatif dan yudikatif bersinergi membahas tema reformasi. Ini kolaborasi yang positif. Terlihat paripurna dan serius.

Baca juga : Berputar Tapi Tak Maju-maju

Ini ibarat perumpamaan tadi: tiga chef yang biasanya masak di dapur masing-masing, kini sepakat memasak nasi goreng yang sama di satu dapur. Kita yakin, hasilnya pasti gurih di lidah rakyat.

Satu tim saja sudah tampak hebat, apalagi “dikeroyok rame-rame”. Tim bentukan Presiden misalnya, anggotanya bermaterikan “para suhu dan begawan” yang tak diragukan lagi kapasitasnya. Ditambah tim-tim lain, pasti lebih mantap lagi.

Di sinilah kita boleh berharap: akselerasi penegakan dan superemasi hukum yang didambakan rakyat, bisa tiba lebih cepat.

Semuanya tentu butuh sinergi. Sinergi yang melampaui kepentingan masing-masing serta ego sektoral. Jangan ada tumpang tindih, apalagi saling jegal.

Baca juga : Jangan Menyiram Bunga Plastik

Panja DPR misalnya, harus memprioritaskan kepentingan reformasi yang objektif. Bukan agenda politik fraksi atau kepentingan jangka pendek. 

Gotong royong untuk reformasi hukum ini tentu saja bukan forum debat. Apalagi memperlambat proses yang sudah ada. Harus ada hasil konkret, mulai dari perbaikan kultur di lapangan sampai perbaikan sistemik.

Karena ini kerja bareng, kita berharap hasilnya tidak butuh waktu lama. Ada target capaian yang terukur serta jadwal waktu yang realistis. Misalnya, kapan selesainya, lalu apa indikator keberhasilan reformasi yang dicapai.

Jangan sampai para chef hebat ini terlalu asyik berdiskusi yang “remeh temeh”. Misalnya berdebat tentang bumbu rahasia, jenis beras yang paling premium, atau merek wajan yang paling anti-lengket. Akibatnya, mereka lupa bahwa nasi goreng itu harus segera dihidangkan selagi hangat. 

Baca juga : Pahlawan Di Setiap Sudut

Rakyat yang lapar akan keadilan sudah menunggu di meja makan. Kolaborasi para chef hebat di satu dapur harus menghasilkan hidangan yang lezat dan cepat disajikan. Dan, tentu saja, bisa mengenyangkan serta menghilangkan rasa lapar dan haus akan kepastian hukum. 

Kita tunggu “nasi goreng hangatnya”. Tidak pakai lama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.