Dark/Light Mode

Berdamai Dengan Alam

Minggu, 30 November 2025 05:20 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Tindakan tegas harus diberikan kepada siapa pun yang merusak hutan. Bangsa ini tidak bisa lagi membiarkan kekayaan alam dieksploitasi demi keuntungan sesaat, sementara rakyat yang harus menanggung akibatnya.

Selain itu, pengelolaan tata ruang harus benar diseriusi. Bukan sekadar syarat hiasan. Harus dipatuhi. Integrasikan kebijakan tata ruang dengan kebijakan iklim.

Baca juga : “Cuci Piring” Dan Legacy

Saat ini, perubahan iklim relatif sudah bisa diprediksi. Beberapa lembaga juga sudah membuat peta rawan bencana. Tata ruang dan kebijakan pembangunan kota harus disesuaikan dengan data ini. Jangan main trabas saja.

Walaupun ilmu modern sudah sangat canggih, masyarakat adat dan lokal tetap harus dilibatkan. Mereka memiliki pengetahuan yang sudah teruji dalam menjaga hutan dan ekosistem mereka.

Baca juga : Janji Yang Berakar

Salah satu solusi terhadap krisis ini: libatkan mereka. Jangan merasa diri paling tahu. Apalagi menyingkirkan masyarakat adat dan lokal.

Sekarang, saatnya berdamai dengan alam. Jangan terus berperang melawannya, apalagi demi keuntungan sesaat segelintir orang. Selamatkan rakyat. Sekarang dan nanti. Selamanya.

Baca juga : Ada Apa Di Balik Kisruh?

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 30 November 2025 dengan judul "Berdamai Dengan Alam"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.