Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Kemarin, ada lagi rumah kepala daerah yang digeledah KPK. Kali ini giliran rumah dinas Bupati Indragiri Hulu. Penggeledahan itu terkait kasus korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.
Bagaimana dengan 2026? “Panen” kasus kepala daerah di 2025 berpotensi akan berlanjut pada 2026.
Kenapa begitu? Karena, tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun di mana banyak kasus korupsi kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 mulai terungkap.
Dua tahun setelah dilantik, biasanya menjadi titik krusial. Modus operandinya: “pengembalian modal” kampanye. Selain itu, balas jasa kepada penyokong dana kampanye, juga bisa menjadi motif. Kasus-kasus ini biasanya mulai muncul di tahun kedua menjabat.
Baca juga : Cuci Piring Di Keran Bocor
Titik rawan ada di sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), jual-beli jabatan di tingkat daerah, serta penyalahgunaan dana hibah atau bansos untuk memper- kuat basis politik di tingkat lokal.
Di tahun kedua, tidak sedikit kepala daerah yang mulai memikirkan pilkada berikutnya. Di titik inilah peran penting aparat penegak hukum, termasuk KPK dan kejaksaan, sangat dibutuhkan.
Di tingkat nasional, 2026 juga menarik ditunggu. Salah satunya, pertarungan mengenai UU Perampasan Aset dan “Pemiskinan” koruptor.
Kalau UU ini berhasil digolkan, ini akan menjadi titik penentu keberhasilan legislasi antikorupsi. Jika UU Perampasan Aset sudah berjalan efektif, UU ini bisa menjadi salah satu “game charger”.
Baca juga : Kue Besar, Piring Kecil
Yang juga menarik, yakni potensi munculnya korupsi yang kian canggih lewat media digital. Salah satunya, melalui pencucian uang berbasis teknologi lintas negara yang kian marak.
Teknologi akan sangat terlibat di sini. Kalau penegak hukum Indonesia kalah cepat dan kalah canggih, Indonesia bisa menjadi arena serta sasaran empuk. Pertanyaannya: sejauh mana kesiapan Indonesia menghadapi fenomena ini?
Walaupun pola korupsi kian canggih, namun kasuskasus besar sepertinya masih akan berputar di sektor pertambangan dan energi, serta ekspor impor.
Kita berharap, pada 2026 akan ada langkah yang bersifat sistemik, teknologis, serta ketegasan dalam penegakan hukum. Kita tunggu aksiaksi konkretnya. Segera.
Baca juga : Foto-foto Dan Wisata Bencana
Kalau tidak, bangsa ini akan menjadi bangsa yang tambal sulam. Bangsa yang hanya aktif memotong dahan kering, tapi lupa mencabut akarnya yang sudah busuk dan lapuk.
Sungguh berbahaya kalau bangsa ini mengalami kelelahan dan semakin terbiasa dengan kasus-kasus korupsi. Menarik ditunggu apa yang terjadi pada 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.