Dark/Light Mode

Pandemi, Resesi, Korupsi

Jumat, 11 Desember 2020 04:20 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - SUDAH jatuh tertimpa tangga. Itu lah nasib bangsa ini. Sudah menderita karena pandewi dan tekanan resesi ekonomi, eh banyak pejabat yang melakukan penyimpangan kekuasaan. Korupsi serta perbuatan yang semenamena. Banyak yang mengail di air keruh. Mencari kesempatan di dalam kesempitan. Itulah yang banyak ditemui, memanfaatkan situasi untuk berbahagia di atas penderitaaan orang lain, mengambil untung di atas kebangkrutan serta penderitaan orang lain.

Di masa pandemi dan resesi ekonomi ini banyak sekali oknum yang mengkapitalisasi situasi. Mereka memanfaatkan situasi darurat. Ada klausul, atas nama pandemi dan resesi pemerintah bisa menyalurkan anggaran dengan segala kelonggaran pelaporan.

Berita Terkait : Waspada Pengalihan Isu

Ada fleksibilitas dalam proses audit laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah (APBN/D). Sekali lagi atas nama emergency situasi. Untuk kecepatan meski akhirnya kedodoran dalam hal ketepatan. Di sinilah problemnya.

Kecepatan ini terkait dengan kemendesakan antara hidup-mati. Soal perut kelaperan. Oleh karenanya dana mesti segera disalurkan kepada para pihak yang membutuhkan. Problemnya, database orang yang membutuhkan inilah yang kacau balau.

Berita Terkait : Ironi Korupsi Bansos

Kekacaubalauan database inilah menjadi room bagi penyimpangan. Dimanfaatkan betul untuk membelokkan saluran anggaran untuk memperkaya diri. Dan itu sudah terjadi namun sayang tidak bisa dilacak dengan kegiatan audit independen.

Kalau sudah seperti ini, kita hanya bisa mengutuk. Kekejian mereka sebagaian celat atau lambat akan ketahuan, terjerat perkara hukum. Ada yang akhirnya diadili namun sayang banyak juga yang bebas tuntutan. Opsi hukuman mati amatlah tepat digaungkan dan diwujudkan untuk mereka perampok dana bantuan sosial.

Berita Terkait : Menjaga Papua

Kita berharap sesungguhnya pandemi dan resesi ini meningkatkan kepekaan hati. Sensitif terhadap penderitaan orang lain. Peduli pada kesengsaraan orang lain. Dan sikap jiwa itu bersemayam di jiwa para pemimpin dan seluruh aparatur abdi negara.