Dark/Light Mode

Awas Zoonosis!

Minggu, 17 Januari 2021 05:56 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada video menarik tentang alam. Bukan video banjir. Tapi video yang menggambarkan seorang ibu di Kalimantan melarung daun keladi di sebuah sungai. Video itu beredar di media sosial.

Saya tidak mengerti bahasanya, tapi bisa menangkap pesannya. Kira-kira: ibu itu menyesal karena telah mengambil beberapa pohon keladi dari hutan. Dia lalu memohon kepada yang Maha Kuasa untuk memaafkan mereka. Dia mengembalikan daun keladi itu ke alam. Lewat air sungai yang mengalir.

Berita Terkait : Gray, Trump Dan Kita

Hanya daun keladi, yang sekarang sedang ramai diperjualbelikan terutama oleh kolektor kembang, ibu itu tampak sangat menyesal. Kesadaran yang sungguh luar biasa.

Bandingkan dengan besarnya masalah ekologi di Kalimantan, juga di beberapa tempat lainnya, yang sudah diingatkan oleh banyak pihak. Kerusakan yang oleh sebagian pihak dikategorikan sebagai “keserakahan”.

Berita Terkait : Tempe Mahal, Mafia Lagi

Proses kerusakan ini bukan berlangsung setahun dua tahun. Tapi puluhan tahun. Sudah sangat lama.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) misalnya, mencatat, di tahun 2020 saja terdapat 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif. Lubang-lubang itu ditinggal tanpa reklamasi. Belum lagi konversi lahan lainnya.
 Selanjutnya