Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Suhu politik terus meningkat panas. Gesekan-gesekan akibat manuver politik memperebutkan partai menjadi sebab utama semakin memanasnya situasi. Perbedaan politik ini menjadi sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara karena semua bermain dengan hati.
Kontestasi kepemimpinan partai lumrah dalam jagat politik. Sebuah keniscayaan dalam negara berdemokrasi. Justru karena keniscayaan, makanya masing-masing individu pemilih di negeri ini sudah harus bisa lebih rileks dalam menyikapi perbedaan pandangan, pilihan politik.
Baca juga : Rendahnya Akhlak Politik
Kita miris kalau cara penyikapan anak-anak bangsa kita begitu emosionalnya terhadap perbedaan. Seperti memilih keyakinan agama saja. Perbedaan yang telah merusak jalinan persaudaraan yang diikat dalam keluarga, pertemanan, persahabatan, dan kekerabatan. Grup-grup sosial media isinya saling sindir, saling serang, dan saling block.
Baca juga : Keteladanan Membenci Produk Asing
Inilah bahaya kontestasi politiknya yang dicampur politik kotor. Jadi, ada yang membelah dukungan dan pendulangan suara. Tidak membatu ke dalam dua kelompok seperti ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.