Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
- Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti
Wartawan Senior
Sebelumnya
Sementara itu, pemerintah, dalam rangka pencegahan meluasnya penularan Covid, mengeluarkan larangan mudik. Dengan sejuta alasan. Propagandanya juga diciptakan.
Ada timnya narasi bahaya mudik. Ini merujuk ke kasus India. Sementara mudik dilarang, lokasi-lokasi wisata dibuka dibolehkan dengan prokes. Padahal ini belum jaminan menghentikan penularan.
Baca juga : Mendukung Vaksin Nusantara
Kenapa mudik tidak disamakan saja. Mudik dengan prokes. Kenapa dilarang. Sementara yang lain boleh asal prokes. Inilah yang mengusik rasa keadilan.
Baca juga : Kerja Keras Demi 2024
Pemerintah sejatinya terus mengasah kepekaan. Kebijakan jangan asal kebijakan. Mesti menimbang rasa keadilan. Rakyat sudah lama tertekan dengan pandemi ini. Longgarkan mudik agar para pemudik bahagia dan berharap dengan itu ia meningkat human growth hormone dan immunity meningkat. Hidupnya terbebas dari virus.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.