Dark/Light Mode

"Ikatan Cinta" Dengan Rakyat

Minggu, 18 Juli 2021 07:00 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

 Sebelumnya 
Di tengah teknologi informasi yang dahsyat ini, warganet memang lebih galak dari warganegara. Apa pun bisa disebar dan tersiar dalam waktu singkat oleh warganet. Kedatangan tenaga kerja asal China di Sulawesi misalnya, dalam waktu singkat bisa langsung menyebar. Diketahui umum. Heboh.

Urusan tambal menambal, juga bisa jadi persoalan serius. Karena itu, jangan sampai salah nambal. Contoh, ketika rakyat menjerit tak punya uang dan sangat butuh bantuan, eh, ada kebijakan menggelontorkan uang sampai Rp72,449 triliun untuk 12 BUMN.

Berita Terkait : Perbaiki Komunikasi!

Keputusan antara DPR dan Menteri BUMN, Rabu (14/7) lalu untuk menambah dan menambal modal BUMN itu, dikritik. Keputusan itu dianggap kurang pas karena rakyat sedang kesulitan dan sangat butuh bantuan. Lagi pula, keuangan negara sedang megap-megap sampai harus ngutang kesana-kemari.

Apakah Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menyetujui tambalan Rp72 triliun itu? Atau, Sri lebih memilih untuk menambal panci dan penggorengan rakyat yang bocor, supaya dapur tetap ngebul?

Berita Terkait : "Guru Kencing Duduk, Murid…"

Apa pun kebijakan dan keputusan yang diambil akan sangat menentukan menguat atau merosotnya kepercayaan rakyat. Juga menentukan naik-turunnya imun rakyat.

Karena, bukan hanya Mahfud Md yang berharap imunnya naik dengan menonton sinetron “Ikatan Cinta”. Rakyat juga butuh “ikatan cinta” sejati dan paling hakiki dengan para pembuat kebijakan. Untuk menambah imun medis dan ekonomi di masa darurat ini.

Berita Terkait : Kenapa Dr Lois?

Apa pun nama “daruratnya”, “darurat dapur” sudah sangat mendesak, walaupun “hanya” 300 ribu rupiah. Bukan Rp 72 triliun.(*)