Dark/Light Mode

"Guru Kencing Duduk, Murid…"

Kamis, 15 Juli 2021 07:00 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - PPKM Darurat diperpanjang atau tidak? Ada dua pendapat yang muncul. Pertama, diperpanjang sampai enam minggu. Berakhirnya, kira-kira 14 Agustus, tiga hari sebelum peringatan HUT RI ke-76.

Perpanjangan dilakukan karena pandemi Covid-19 belum melandai. Mobilitas warga masih perlu diperketat lagi. Kesehatan menjadi faktor utama pemulihan ekonomi.

Pendapat kedua, kalau PPKM Darurat diperpanjang, kondisi ekonomi akan kian parah. Akibat lanjutannya bisa terjadi konflik sosial, lalu konflik politik.

Berita Terkait : "Ikatan Cinta" Dengan Rakyat

Idealnya: pandemi terkendali, ekonomi tak terkendala. Covid-19 menurun, ekonomi menaik. Rakyat sehat, ekonomi segar bugar.

Ideal lainnya: PPKM diperpanjang, kebutuhan rakyat ditanggung. Atau, PPKM distop, tapi pandemi benar-benar bisa dikendalikan.

Apa pun keputusan yang dipilih, butuh kajian mendalam, matang, jujur, adil dan obyektif. Jangan dipengaruhi unsur subyektif. Misalnya kepentingan pribadi atau kelompok. Karena, keputusan dan kebijakan ini (diperpanjang, distop atau dimodifikasi dengan istilah lain), risikonya besar. Risiko kesehatan maupun ekonomi dan sosial.

Berita Terkait : Kenapa Dr Lois?

Selama lima hari ke depan, sampai 20 Juli, percepatan dan akselerasi perlu ditambah. Termasuk vaksin, testing dan bansos. Fasilitas kesehatan dan pendukungnya juga diperhatikan.

Variable pengganggu, misalnya ketidakkompakkan internal perlu dihindari. Pernyataan atau kebijakan yang bertabrakan atau melukai hati dan rasa keadilan rakyat, singkirkan.

Prinsip utamanya: keselamatan rakyat. Yang mengail di air keruh, memanfaatkan situasi dan kondisi untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau kepentingan bisnis dan politik: tindak tegas. Yang mengkorup anggaran dan bantuan, juga ditindak. Di tengah kekeruhan ini, pengawasan perlu diperketat.
 Selanjutnya