Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan bisnis dan politik kian mesra. Seperti orang pacaran. Beberapa kasus yang sekarang menjadi isu menarik, seperti bisnis di tengah pandemi, menggambarkan kedekatan itu.
Kondisi ini punya potensi bahaya. Apalagi belum ada kepatuhan menaati aturan. Belum ada resep mujarab yang bisa “mengobatinya”. Serba longgar. Bercampur tak keruan. Belum terkontrol.
Baca juga : Bakal Capres Tambah Seru
Di daerah, hubungan ini sangat terasa. Pilkada ditentukan pebisnis. Usai pilkada, bisnis ditentukan penguasa.
Kondisi ini tidak sehat. Demokrasi menjadi semacam pabrik krupuk atau toko mainan anak-anak. Bisnisnya sangat kental.
Baca juga : Wasit Jangan Jadi Pemain
Beberapa kepala daerah, kepalanya seolah berubah wujud menjadi kalkulator. Dipenuhi angka-angka. Hitung untung rugi. Bayar utang politik. Balas budi politik. Main proyek pemerintah. Bahkan ada yang terjerat kasus hukum.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.