Dark/Light Mode
- Persib Siap Ukir Sejarah di ACC 2026/27
- Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara
- Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir
- Harry Kane Puji Lini Serang Inggris Usai Hancurkan Kroasia 7-0
- Gagal Emas di Asian Games, Bintang/Sofyan Langsung Kejar Tiket Olimpiade
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Hubungan bisnis dan politik kian mesra. Seperti orang pacaran. Beberapa kasus yang sekarang menjadi isu menarik, seperti bisnis di tengah pandemi, menggambarkan kedekatan itu.
Kondisi ini punya potensi bahaya. Apalagi belum ada kepatuhan menaati aturan. Belum ada resep mujarab yang bisa “mengobatinya”. Serba longgar. Bercampur tak keruan. Belum terkontrol.
Baca juga : Bakal Capres Tambah Seru
Di daerah, hubungan ini sangat terasa. Pilkada ditentukan pebisnis. Usai pilkada, bisnis ditentukan penguasa.
Kondisi ini tidak sehat. Demokrasi menjadi semacam pabrik krupuk atau toko mainan anak-anak. Bisnisnya sangat kental.
Baca juga : Wasit Jangan Jadi Pemain
Beberapa kepala daerah, kepalanya seolah berubah wujud menjadi kalkulator. Dipenuhi angka-angka. Hitung untung rugi. Bayar utang politik. Balas budi politik. Main proyek pemerintah. Bahkan ada yang terjerat kasus hukum.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.