Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setelah Biaya PCR Diturunkan

Kamis, 28 Oktober 2021 07:00 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Ada pernyataan begini: kalau sekarang biaya tes PCR bisa di turunkan menjadi Rp 275 ribu, kenapa tahun lalu biayanya sejuta sampai dua juta rupiah? Kemahalan?

Kalau misalnya sudah terdeteksi kemahalan, kenapa tidak ditegur atau diatur dalam regulasi yang ketat sedari awal? Kenapa sekarang bisa?

Berita Terkait : OTT, Politik Dinasti Dan Mahfud

Dari sinilah timbul kekhawatiran dan dugaan bahwa ada yang perlu diperjelas soal harganya. Atau, ada ketidakberdayaan terhadap liarnya bisnis dan komersialisasi Covid-19.

Ini baru soal harga test PCR. Belum lagi item lainnya. Alat-alat kesehatan misalnya. Tahun lalu, ketika Covid-19 mengganas, ada 23 item alat kesehatan dan sejenisnya yang masuk Indonesia. Diimpor. Karena darurat, izin edarnya dipercepat. One day service. Tanpa melalui mekanis menormal, misalnya soal mutu, keamanan dan standarisasi.

Berita Terkait : Belajarlah Sampai Ke Rusia

Sekarang biaya PCR sudah berhasil diturunkan. Namun, pertanyaan tentang transparansi dan overpriced tetap membekas.
 Selanjutnya