Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Belajarlah Sampai Ke Rusia

Kamis, 21 Oktober 2021 07:07 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Belajarlah sampai ke negeri Rusia. Ini tentang kasus anti-doping.

Di Olimpiade Tokyo, Juli-Agustus 2021 lalu, lagu kebangsaan Rusia tidak boleh dinyanyikan ketika atletnya memenangi medali emas. Bendera Rusia, juga tidak dikibarkan. Atribut bertuliskan “Rusia” ditiadakan, diganti ROC atau Russian Oliympic Committee (Komite Olimpiade Rusia).

Baca juga : Heboh Pinjol, Jangan Sesaat

Ketika menjuarai Piala Thomas, Minggu malam lalu (17/10), Indonesia masih “beruntung”. Lagu Indonesia Raya masih boleh diperdengarkan, walau bendera Merah Putih tidak boleh dikibarkan. Kecewa? Pasti.

Karena itu, jangan main-main dengan tes doping. Jangan anggap enteng lembaga olahraga internasional. Rusia merasakan dampaknya. Indonesia juga pernah dihukum federasi sepak bola dunia (FIFA).

Baca juga : Langkah-langkah Menuju 2024

Kasus Rusia berawal dari penyelenggaraan Olimpiade 2014 di Sochi, Rusia. Di Olimpiade musim dingin ini, negeri “Beruang Putih” bertengger di urutan pertama: meraup 33 medali, 13 di antaranya emas.

Keberhasilan ini diwarnai tuduhan: Rusia curang. Main doping. Terutama di cabang atletik. Negara dituding ikut mensponsori.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.