Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Indonesia Open 2019
Geng Cipayung Waspadai Rombakan Tiongkok
Jumat, 5 Juli 2019 13:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kompetisi Indonesia Open 2019 segera dimulai. Strategi taktik mulai dilakukan sejumlah negara. Termasuk Tiongkok yang merombak komposisi pemain menjelang kontra Indonesia.
Tiba-tiba saja, Tiongkok membongkar juara dunia 2017, Zhang Nan/Liu Cheng. Tadinya, ganda putra China itu akan berhadapan dengan Fajar Alfian/Muhamamd Rian Ardianto, yang akan bentrok di babak pertama.
Baca juga : Para Pengemplang Pajak Tak Akan Tidur Nyenyak
Zhang Nan/Liu Cheng, sudah lama berpasangan. Gaya permainannya pun sudah dipelajari tim Garuda. Tapi China punya strategi lain. Liu Cheng akan berduet dengan Huang Kai Xiang, sedangkan Zhang Nan dipasangkan dengan Ou Xuan Yi.
Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, merespons positif perubahan dari kubu Tiongkok itu. Menurutnya, alasan Tiongkok memecah untuk membantu tim inti mereka menghadapi lawan. Tapi Indonesia, tetap waspada.
Baca juga : Grego Siap Adu Kesabaran
“Saya berpikir tiap pasangan baik, bagus, jadi harus was- pada. Namun, itu pasangan baru, saya nggak punya database cara mereka bermain. Menurut saya mereka sengaja dipisah untuk memecah kekuatan kita. Jadi, saya harus tetap siap dan was- pada,” kata Herry ketika ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, kemarin.
Di babak pertama, Fajar/Rian langsung bertemu pasangan baru tersebut, Kai Xiang/Liu Cheng. Sementara, Zhang Nan/ Xuan Yi berpotensi bertemu Berry Angriawan/Hardianto di babak kedua. Itu jika mereka sama-sama mulus ke babak 16 besar.
Baca juga : Merasa Terancam, Istri Penguasa Dubai Sembunyi di Inggris
“Menurut saya, pola bermain Tiongkok tak akan jauh berbeda, yakni pola bola-bola panjang dan keras. Antisipasinya, ya sektor depannya harus pegang duluan. Kedua harus menyerang karena karakter bola di Indonesia Open beda dengan All England atau di Jepang. Jadi harus main cepat,” dia menjelaskan.
Turnamen bulutangkis Indonesia Open akan berlangsung di Istora, Senayan, 16-21 Juli 2019, dan dipastikan menjadi tan tangan berat bagi tiap peserta. Selain masa persiapan yang panjang, masing-masing negara sudah menyiapkan strategi untuk memuluskan gelar juara, juga demi poin besar menuju Olimpiade 2020 Tokyo. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya