Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Petenis Spanyol, Rafael Nadal mengaku merasa aneh tampil di Grand Slam Wimbledon tanpa kehadiran mantan peringkat satu dunia, Roger Federer. Pasalnya, Federer merupakan pesaing beratnya di lapangan rumput London, Inggris, tersebut.
Nadal, yang kini merajai grand slam dengan perolehan 22 gelar juara, teringat dengan persaingan epik dengan petenis Swiss itu kala keduanya terlibat tiga kali laga final secara beruntun pada 2006-2009.
“Kami berbagi banyak hal penting bersama-sama. Sangat sulit rasanya untuk memikirkan tenis dalam 15 hingga 20 tahun terakhir tanpa memikirkan persaingan yang pernah kami lalui,” kata Nadal dalam sesi jumpa pers Wimbledon.
Baca juga : Demi Turnamen Wimbledon, Petenis Rusia Pindah Warga Negara
Nadal baru tampil lagi untuk pertama kalinya di ajang grand slam lapangan rumput setelah tiga tahun absen, sedangkan Federer melewatkan edisi tahun ini karena masih berjuang dengan cedera lututnya yang dialami satu tahun terakhir.
Bagi Nadal, Federer tidak hanya seorang lawan di arena kompetisi, tapi juga menjadi seorang kawan yang kerap memberikan dukungan satu sama lain.
“Saya pikir dalam beberapa hal kami saling mendorong. Ingin rasanya berpikir bahwa motivasi ini datang dari diri sendiri, tapi kenyataannya memiliki rival seperti dia ikut mempengaruhi semangat dan motivasi saya untuk bertanding,” ungkap petenis asal Spanyol itu.
Baca juga : Wimbledon, Serena Williams Dapat Kartu Liar
Federer bermain sebagai junior di Wimbledon pada 1998 dan selalu kembali setiap tahun sejak itu. Ia memenangi rekor delapan gelar dan mengukuhkan dirinya sebagai raja lapangan rumput. Namun sayangnya, Federer yang kini berusia 40 tahun itu akan absen, memberikan peluang Nadal si Raja Tanah Liat untuk memperpanjang gelar grand slam ke-23, termasuk dua kemenangan dari Australia Open dan French Open tahun ini.
Meski begitu, Federer telah mengisyaratkan untuk kembali bertanding setelah Wimbledon dengan fokus pada grand slam terakhir di musim ini yaitu Amerika Terbuka.
“Kami telah bermain di setiap stadion besar, tetapi tidak di New York. Itu satu-satunya hal yang sedikit mengganggu saya, bahwa kami tidak pernah bermain di New York,” kata Nadal.
Baca juga : Paris Hilton Ngaku Ratu Metaverse
Nadal akan mengawali usahanya untuk meraih gelar Wimbledon ketiga melawan debutan Argentina, Francisco Cerundolo di babak pertama. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya