Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timmas Uruguay

Pengen Ulang Sejarah Manis

Kamis, 21 Juli 2022 07:00 WIB
Timnas Uruguay. (Foto: Twitter @uruguay).
Timnas Uruguay. (Foto: Twitter @uruguay).

RM.id  Rakyat Merdeka - Uruguay salah satu tim yang disegani dari Benua Amerika. Tim berjuluk La Celeste itu mengoleksi dua gelar juara Piala Dunia.

Di edisi pertama pada 1930, mereka menjadi juara saat terpilih sebagai tuan rumah. Uruguay kembali mengangkat trofi pada Piala Dunia 1950 yang secara mengejutkan menaklukkan Brazil di babak final.

Sayang, sejak saat itu, tim yang pernah dikenal dengan mentalitas Garra Charrua ini, tak pernah lagi mentas di final, Meski 13 kali berpartisipasi di turnamen paling akbar di dunia ini.

Di edisi terakhir, Uruguay hanya mampu melenggang hingga ke perempat final. Saat itu, langkah mereka dihentikan Prancis, yang kemudian jadi juara di Rusia.

Uruguay melenggang ke Piala Dunia 2022 di Qatar setelah finish peringkat tiga pada kualifikasi zona CONMEBOL, di belakang Brazil dan Argentina.

Luis Suarez dan kolega berada di grup kuat dan akan bersaing dengan Korea Selatan, Portugal dan Ghana untuk memperebutkan tiket 16 besar.

Di pertandingan pembuka, mereka sudah harus berhadapan dengan salah satu kekuatan Asia, Korea Selatan. Kemudian bertemu juara Piala Eropa 2016, Portugal, sebelum ditantang Ghana di laga terakhir.

Timnas Uruguay berada di zona Amerika Selatan. Mereka bersaing dengan tim-tim kuat seperti Brazil dan Argentina.

Berita Terkait : Survei ARSC: Simulasi 3 Paslon, Airlangga-Ganjar Menang Pilpres

Perjalanan La Celeste ke Piala Dunia 2022 cukup berat. Mereka harus jatuh bangun menghadapi para pesaing dari zona CONMEBOL.

Uruguay bahkan sempat terlempar dari zona aman akibat menderita empat kekalahan berturut-turut di babak kualifikasi, yang saat itu masih di bawah komando Oscar Tabarez.

Menyusul hasil mengecewakan di Kualifikasi  Piala Dunia 2022, Tabarez pun dibebastugaskan per November 2021, sekaligus mengakhiri 15 tahun kepemimpinannya di Timnas Uruguay.

Posisinya digantikan Diego Alonso. Dan Uruguay pun berhasil memenangi empat pertandingan tersisa.

 

Uruguay menutup putaran kualifikasi dengan mengumpulkan 28 poin, berkat delapan kemenangan, empat kali imbang dan enam kekalahan.

Hanya saja, catatan gol Luis Suarez dan kolega yang menjadi perhatian, karena mereka hanya mencetak 22 gol, paling sedikit di antara empat tim yang lolos otomatis.

Dengan hasil tersebut, La Celeste memastikan sebagai salah satu peserta Piala Dunia 2022 yang akan diselenggarakan di Qatar pada 21 November sampai 18 Desember.

Di awal putaran kualifikasi, Uruguay masih diarsiteki Oscar Tabarez, pria yang menukangi La Celeste sejak Februari 2006.

Berita Terkait : Sistem Pergudangan Bikin Pengiriman Barang Lebih Cepat dan Efisien

Namun, serangkaian hasil buruk pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL memaksa federasi mencopot jabatannya per 19 November 2021, menandai akhir kerja sama selama 15 tahun.

Setelah itu, Diego Alonso ditunjuk untuk membawa Darwin Nunez dan kawan-kawan ke Qatar.

Pria kelahiran Montevideo, Uruguay, ini memulai karier pelatihnya pada 2011 bersama Bella Vista, yang juga menjadi klub pertamanya saat masih menjadi pemain.

Dia banyak menghabiskan karier pemainnya di klub Amerika Latin dan Spanyol, di mana Diego Alonso pernah bermain, di antaranya untuk Valencia dan Atletico Madrid.

Setelah malang melintang di beberapa klub, Uruguay menjadi pengalaman pertama bagi Diego Alonso melatih timnas.

Sejauh ini, rapornya di La Celeste cukup memuaskan. Enam kali menang dengan empat di antaranya pada kualifikasi, dan sekali seri dari enam pertandingan.

Luis Suarez hampir pasti masuk ketika pelatih Diego Alonso mengumumkan skuad yang akan dibawanya ke Piala Dunia 2022 pada November mendatang.

Mantan pemain Barcelona dan Atletico Madrid ini termasuk salah satu pemain dengan rekor tampil terbanyak bersama Uruguay, dengan 132 kali bermain sejak 2007.

Berita Terkait : Selecao Tetap Ditakuti Lawan

Dia juga top skor sepanjang masa, berkat torehan 68 golnya. Termasuk delapan yang dicetak sepanjang kualifikasi.

Pengalaman Luis Suarez bermain di level tertinggi bersama klub akan sangat berguna di ruang ganti La Celeste.

Luis Suarez juga besar kemungkinan akan menunjukkan potensi terbaiknya, karena ini akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi sang pemain, mengingat usianya sudah 35 tahun.

Selain Luis Suarez, nama lain yang dinantikan performanya adalah Darwin Nunez, penyerang yang baru saja melakukan penandatanganan dengan klub Inggris, Liverpool.

Jika Darwin Nunez berhasil bersinar bersama The Reds di musim pertamanya, hampir pasti namanya akan turut meledak di Piala Dunia 2022 akhir tahun ini.

Uruguay lolos ke Piala Dunia 13 kali, menembus putaran kedua sepuluh kali, semifinal lima kali dan final dua kali.

Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) menunjuk mantan pemain tim nasional mereka Diego Alondo sebagai pelatih kepala Los Celeste alias Si Biru, untuk menggantikan sang maestro Oscar Washington Tabarez. ■