Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timnas Prancis

Ayam Jantan Bawa Misi Hapus Kutukan

Senin, 25 Juli 2022 07:00 WIB
Timnas Prancis. (Foto: Twitter @FrenchTeam).
Timnas Prancis. (Foto: Twitter @FrenchTeam).

RM.id  Rakyat Merdeka - Timnas Prancis masuk Grup D pada di pagelaran Piala Dunia 2022 Qatar. Tim Ayam Jantan itu satu grup dengan Australia, Denmark, dan Tunisia.

Jika melihat komposisi grup tersebut, tim besutan Didier Deschamps jelas punya kans besar untuk bisa lolos ke babak knockout. Akan tetapi mereka juga harus berhati-hati dengan kutukan juara bertahan yang gagal lolos grup. Prancis pun pernah mengalami hal tersebut pada 2002.

Setelah menjuarai Piala Dunia 2018, mereka gagal lolos grup pada pagelaran Piala Dunia berikutnya di Jerman.

Ketika itu mereka tergabung di Grup A bersama Denmark, Uruguay, dan Senegal. Dari tiga laga, Prancis gagal memenangkan satu pun pertandingan.

Mereka mencatatkan dua kekalahan dan satu imbang. Alhasil mereka harus mengakhiri Piala Dunia dengan bertengger di posisi buncit dan hanya mengoleksi satu poin.

Berita Terkait : Awas, Cengkraman Dan Gigitan Si Singa

Pada pagelaran kali ini mereka harus bisa mematahkan kutukan tersebut. Karena sejak 2002, belum ada tim yang berhasil lolos grup usai menjadi juara di edisi sebelumnya.

Setelah Prancis, ada Italia lalu Spanyol dan Jerman yang juga gagal lolos grup usai menjadi juara Piala Dunia di edisi sebelumnya.

Tapi, dengan skuad menterang, agak cukup memalukan jika Prancis gagal melangkah ke fase knockout pada Piala Dunia 2022 mendatang.

Selain datang sebagai status juara bertahan di Piala Dunia 2022, Prancis merupakan pengoleksi gelar terbanyak ketiga bersama Argentina. Mereka telah memenangkan Piala Dunia dua kali pada 1998 dan 2018. Sementara mereka juga penah menjadi runner-up pada 2006.

Prancis datang ke Qatar mela­lui kualifikasi yang tidak begitu sulit. Mereka tergabung di Grup D pada Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa bersama Ukraina, Finlandia, Bosnia & Herzegovina, dan Kazakhstan.

Berita Terkait : Universitas Pancasila Lantik Sejumlah Pejabat Kampus, Ada Eks Wamen PUPR

Dari delapan pertandingan yang mereka jalani, Les Blues berhasil memenangkan lima di antaranya. Dan, sisanya berakhir imbang.

 

Prancis mengakhiri kualifikasi dengan menempati urutan teratas dan mengoleksi 18 poin. Selama kualifikasi Prancistampil cukup subur. Mereka mencetak 18 gol dan hanya kemasukan 3 gol.

Pada pertandingan terakhir mereka menang telak 8-0 atas Kazakhstan di Stade de France. Hasil tersebut membuat Les Blues lolos otomatis ke Qatar.

Tahun lalu Prancis juga tampil di Euro 2020. Mereka lolos dari grup maut yang berisikan Jerman, Portugal, dan Hongaria.

Namun, langkah mereka harus terhenti di babak 16 besar, setelah kalah 4-5 dari Swiss lewat adu penalti. Padahal pada laga tersebut Prancis sempat memimpin 3-1 terlebih dahulu di waktu normal.

Berita Terkait : Puan Maharani Diibaratkan Padi Yang Merunduk

Didier Deschamps diangkat menjadi pelatih Timnas Prancis pada 8 Juli 2012. Dia menggantikan Laurent Blanc yang mengundurkan diri usai Euro 2012.

Pada awal periode, Prancis di bawah Deschamps sempat mengalami masa naik turun.Di Kuali­fikasi Piala Dunia 2014, Les Blues kesulitan memenangkan pertandingan.

Mereka kalah dari Spanyol dan Ukraina pada kualifikasi tersebut. Kemudian Prancis juga gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan persahabatan melawan Uruguay (0-1), Brasil (0-3), Belgia (0-0).

Namun seiring berjalannya waktu, beberapa pemain muda bertalenta mulai bermunculan, seperti Paul Pogba, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe. ■