Dewan Pers

Dark/Light Mode

Timnas Inggris

Awas, Cengkraman Dan Gigitan Si Singa

Sabtu, 23 Juli 2022 07:00 WIB
Timnas Inggris. (Foto: NET).
Timnas Inggris. (Foto: NET).

RM.id  Rakyat Merdeka - Inggris akan berpartisipasi dalam turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar mulai November mendatang. The Three Lions – julukan Inggris tergabung di Grup B bersama Wales, Amerika Serikat, dan Iran.

Di atas kertas, pasukan Gareth Southgate diprediksi dapat melenggang ke babak berikutnya tanpa halangan berarti. Sebab, mereka memiliki segudang pemain yang sudah biasa tampil dalam turnamen-turnamen besar.

Kendati demikian, performa buruk yang ditampilkan tim berjuluk The Three Lions atau Tim Tiga Singa di UEFA Nations League bulan ini memunculkan sedikit kekhawatiran. Harry Kane Cs menyelesaikan empat laga tanpa kemenangan, dua kali kalah dan dua kali seri.

Kebalikan dari performa mereka di UEFA Nations League 2022-2023, Inggris tampil perkasa di babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka berhasil melalui sepuluh pertandingan tanpa mengalami satu kekalahan pun, delapan kali menang dan dua kali imbang.

Hanya Polandia dan Hungaria yang mampu memberi perlawanan kepada Timnas Inggris untuk tidak menyapu bersih semua laga kualifikasi. Kemenangan terbesar The Three Lions sepanjang babak kualifikasi adalah sepuluh gol tanpa balas atas San Marino pada 15 November 2021 lalu.

Berita Terkait : Siap Rajai Industri Keamanan Global, i-PRO Hadirkan 3 Produk Anyar

Selain itu, mereka memang sering menang dengan jumlah gol besar seperti 5-0 lawan Andorra dan Albania.

Pelatih Inggris, Gareth Southagate bukanlah wajah baru di Timnas Inggris, karena ia memimpin sejak 2016 lalu. Meski belum mampu mempersembahkan trofi untuk Negaranya, Gareth Southagate sukses membawa Inggris bersaing dengan tim-tim kuat Eropa lainnya.

Prestasi terbaiknya adalah membawa Inggris finis di posisi tiga UEFA Nations League 2018-2019 dan menjadi runner up Euro 2020. Sebelum menukangi Timnas Inggris, Gareth Southgate pernah menjadi juru taktik Middlesbrough dan Inggris U-21.

Dari sekian banyak bintang di skuad Timnas Inggris, Harry Kane bisa dibilang sebagai pemain yang paling layak untuk diperhitungkan. Pasalnya, Harry Kane merupakan penyumbang gol terbanyak untuk negaranya dalam beberapa tahun terakhir.

 

Saat ini Harry Kane menempati posisi kedua dalam daftar top skor sepanjang masa Timnas Inggris. Bintang Tottenham Hotspur itu sudah mengoleksi 50 gol sepanjang karier internasionalnya dan hanya membutuhkan 4 gol lagi untuk melewati Wayne Rooney yang memimpin daftar ini.

Berita Terkait : Analis: Inovasi Digital Pacu Kinerja Siloam

Ambisi pribadi tersebut tidak boleh dianggap remeh karena bisa jadi hal itulah yang membawa Inggris tampil impresif di Piala Dunia 2022.

Dalam perjalanannya, Timnas Inggris baru sekali keluar sebagai juara Piala Dunia, yakni pada edisi 1966 silam. Kala itu, Bobby Charlton Cs berhasil menumbangkan Jerman yang dulu masih bernama Jerman Barat dengan skor 4-2 dalam duel 120 menit.

Empat gol Inggris kala itu disumbangkan oleh Geoff Hurst (hattrick) dan satu gol dari Martin Peters.

Sejak saat itu prestasi terbaik Timnas Inggris hanyalah mencapai babak semifinal, pada tahun 1990 dan 2018. Dan dalam dua edisi tersebut Timnas Inggris hanya mampu finis di posisi keempat setelah kalah dalam perebutan tempat ketiga.

Terbaru, bek Liverpool, Joe Gomez mengaku telah menghubungi Pelatih Gareth Southgate guna menanyakan kesempatan membela Timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar.

Berita Terkait : Selecao Tetap Ditakuti Lawan

Joe Gomez merasa optimis bisa tampil bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2022, setelah percakapannya dengan Gareth Southgate.

Menurut Joe Gomez, langkah utamanya saat ini adalah tampil reguler dengan Liverpool, agar bisa masuk dalam daftar 26 pemain Timnas Inggris untuk turnamen 4 tahunan tersebut.

Sebagaimana diketahui, bek berusia 25 tahun itu belum dipanggil dalam skuad Inggris sejak mengalami cedera tendon. Gomez mendapatkan cedera itu saat mengikuti sesi latihan Inggris pada November 2020 lalu.

Akibat cedera tersebut, bek kelahiran 23 Mei 1997 ini harus menjalani perawatan dengan waktu pemulihan sekitar delapan bulan lamanya. Pemulihan cedera itu membuat Gomez melewatkan putaran final Euro 2020 musim panas lalu. “Kami telah melakukan percakapan,” tutur Joe Gomez seperti dilansir laman Liverpool Echo.

“Gareth adalah manajer yang hebat dan juga (asisten bos Inggris) Steve Holland sangat baik dalam berkomunikasi dengan saya dan memeriksa saat-saat penting,” lanjutnya. ■