Dark/Light Mode
RM.id Rakyat Merdeka - Berbagai upaya sudah dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk membuktikan diri sebagai banteng yang penurut. Terbukti, hubungan Ganjar dengan PDIP belakangan ini juga sudah harmonis lagi. Namun, Bambang “Pacul” Wuryanto yang sejak awal paling keras terhadap Ganjar, tiba-tiba kumat lagi. Ketua DPW PDIP Jateng ini, kembali nyerang Ganjar secara terang-terangan.
Sejak Ganjar masuk radar capres dan elektabilitasnya makin meroket, Bambang Pacul jadi salah satu elit PDIP yang cukup ‘kepanasan’. Beberapa kali, dia melemparkan sindiran keras kepada Ganjar. Bahkan, Ketua Bappilu PDIP itu, tak segan-segan melemparkan istilah Celeng pada kader banteng yang dukung Ganjar.
Namun, di acara Rakernas II PDIP akhir Juni lalu, hubungan keduanya bisa dibilang membaik. Ganjar yang hadir sebagai peserta rakernas, menyempatkan diri untuk menemui Bambang Pacul dan mengajak bersalaman. Sayangnya, kemesraan itu tak bertahan hingga 1 bulan.
Baca juga : Digitalisasi Dorong Daya Saing UMKM Papua
Ganjar yang menurut berbagai lembaga survei, elektailitasnya melesat dan berada di posisi teratas capres, dapat sindiran lagi dari Bambang Pacul. Menurutnya, Ganjar tanpa PDIP, bukan siapa-siapa.
“Siapa yang mengira dia dapat rekomendasi? Nggak punya duit, nama juga nggak ada. Jangankan elektabilitas, popularitas juga nggak kelihatan, tapi itu diputusin Ibu (Megawati Ketum PDIP) sendiri,” kata Pacul, di Jakarta, kemarin.
Selain Mega, ada juga peran Ketua DPR Puan Maharani yang berupaya menyokong Ganjar di Pilgub Jateng. Puan, ditegaskan Pacul, mati-matian menjadi ketua tim kampanye mantan anggota DPR itu. Bahkan, Mega mengancam putrinya itu jika Ganjar keok di pertarungan.
Baca juga : Tebar Kebaikan di Jumat Berkah, Santri Dukung Ganjar Bagikan 400 Paket Makanan
“Kata ibu (Mega), ‘Kalau sampai kalah (Ganjar), ku sembelih kau, Puan. Bayangkan, itu di dalam rapat resmi lho disampaikan. Maka, ketika Ganjar mau ugal-ugalan, kualat nanti. Ini saya true story, lho,” tuturnya.
Karena itu, Bambang mengingatkan semua kader untuk manut mendukung siapa pun capres yang diputuskan Mega. Kalau ada yang berkhianat, taruhannya reputasi. Bahkan, dia sesumbar, kalau Ganjar tetap nekat nyapres dari parpol lain, maka bakal keok.
“Saya pastikan di Jateng tidak akan dapat 30 persen. Pasti kegulung. Kalau dia dapat 30 persen saja, sudah hebat,” tegas Ketua Komisi III DPR itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.