Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dirut LIB Pasrah Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Jumat, 7 Oktober 2022 05:46 WIB
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita. (Foto : LIB)
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita. (Foto : LIB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pihak Kepolisian mengumumkan enam tersangka pada tragedi Kanjuruhan, Malang, Kamis malam (6/10). Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut salah satu dari enam tersangka tersebut adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita.

Jadi tersangka, Akhmad Hadian Lukita pasrah dan siap menghormati keputusan Polri.

Berita Terkait : Kapolri Umumkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Nomor 1 Direktur Utama PT LIB

“Kami akan menghormati proses hukum yang berlaku dan akan mengikuti tahap-tahap proses yang akan dilalui berikutnya. Kami juga berharap peristiwa kemarin menjadi pelajaran berharga bagi semuanya,” ucap Akhmad Hadian Lukita dalam pernyataan tertulisnya.

Direktur Operasional LIB, Sudjarno ikut menjelaskan, sebelumnya Akhmad Hadian Lukita juga sudah memenuhi permintaan pemeriksaan dari pihak kepolisian. Pemeriksaan itu dilakukan pada Senin (3/10) dan Rabu (5/10) di kantor Mapolres Malang.

Berita Terkait : Tragedi Kanjuruhan Di-deadline Sebulan

“Bapak Akhmad Hadian Lukita juga sudah berada di Malang sejak Minggu pagi (2/10). Beliau juga sudah bertemu dengan panitia pelaksana (panpel) Arema FC, mengunjungi Stadion Kanjuruhan dan juga bersilaturahmi dengan beberapa keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” tambah Sudjarno.

Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan sudah melaksanakan gelar perkara guna meningkatkan status untuk dugaan Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau luka berat dan Pasal 103 ayat 1 juncto Pasal 52 Undang-undang No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Berita Terkait : Pele Prihatin Tragedi Kanjuruhan

Menurut Kapolri, dalam hal ini, PT LIB tidak melakukan verifikasi. “Saudara AHL, direktur utama PT LIB, di mana tadi sudah saya sampaikan yang bertanggung jawab setiap stadion memiliki sertifikasi layak fungsi. Namun, pada saat menunjuk stadion, persyaratan fungsinya belum tercukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020,” jelas Kapolri.